Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
29 June 2026 09:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (29/6/2026). Tekanan masih terasa meski indeks dolar AS pada pagi ini bergerak melemah tipis.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.10 WIB, dari 10 mata uang Asia, terpantau sebanyak delapan mata uang melemah terhadap greenback, sementara dua lainnya menguat.
Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pada pagi ini. Ringgit menguat 0,42% ke posisi MYR 4,068/US$.
Rupiah juga ikut bergerak di zona hijau. Mata uang Garuda menguat 0,20% ke posisi Rp17.870/US$. Penguatan ini membuat rupiah sedikit menjauh dari level psikologis Rp17.900/US$.
Di sisi lain, tekanan terdalam dialami won Korea Selatan yang melemah 0,49% ke posisi KRW 1.542,4/US$. Baht Thailand juga terkoreksi cukup dalam, yakni 0,42% ke posisi THB 33,40/US$.
Dong Vietnam melemah ke posisi VND 26.305/US$ atau mengalami tekanan 0,22%, disusul dolar Singapura yang turun 0,10% ke SGD 1,294/US$. Yuan China terkoreksi 0,07% ke CNY 6,802/US$, sementara dolar Taiwan turun 0,05% ke TWD 31,865/US$.
Pelemahan lebih tipis terlihat pada peso Filipina yang terkoreksi 0,02% ke PHP 61,266/US$. Yen Jepang juga melemah tipis 0,01% ke posisi JPY161,74/US$.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 101,347 pada waktu yang sama. Meski terkoreksi tipis, posisi dolar AS masih berada di level tinggi.
Dolar AS pada Senin pagi ini berada dalam tekanan, tetapi masih berada dalam tren kenaikan bulanan terbesar dalam hampir setahun. Kondisi ini tidak lepas dari ketegangan di kawasan Teluk dan perhatian pasar terhadap data tenaga kerja AS yang dapat memengaruhi arah suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).
AS dan Iran kembali saling melontarkan pernyataan keras pada akhir pekan sebelum akhirnya sepakat menghentikan aksi saling serang dan bertemu di Qatar pada Selasa. Namun, kondisi gencatan senjata yang rapuh masih membuat investor berhati-hati.
Harga minyak juga kembali naik pada Senin setelah serangan terbaru kembali memperlambat pengiriman energi di Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak ikut menopang permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman.
Perang dengan Iran juga terus memicu kekhawatiran akan terjadinya inflasi. Di saat yang sama, debut Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang terdengar lebih hawkish pada awal bulan ini telah membalik ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga AS tahun ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperhitungkan peluang 29,90% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat 28-29 Juli. Sementara itu, peluang suku bunga tetap dipertahankan berada di 70,10%.
Selain faktor geopolitik, aksi jual saham global yang dipimpin sektor teknologi juga ikut mendorong aliran dana ke dolar AS. Investor kembali mencari perlindungan di tengah meningkatnya tekanan pada aset berisiko.
Kini, pelaku pasar menunggu rilis data nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran AS pekan ini. Data tersebut akan menjadi petunjuk baru mengenai kekuatan pasar tenaga kerja dan arah kebijakan The Fed ke depan.
Joseph Capurso, head of foreign exchange Commonwealth Bank of Australia, memperkirakan dolar AS masih berpeluang menguat dalam beberapa pekan ke depan.
"Kami memperkirakan dolar AS akan bergerak lebih tinggi dalam beberapa pekan mendatang karena narasi keunggulan ekonomi AS," ujar Capurso dalam catatannya, dikutip dari Reuters.
Dia menambahkan, pasar tenaga kerja yang kuat dan membaik dapat menjadi penyebab bagi suku bunga AS yang lebih tinggi dan dolar AS yang lebih kuat.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249375/original/065795600_1749635323-viet_3.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5519387/original/022712600_1772553400-20260303IQ_Persija_Jakarta_vs_Borneo_Fc-7.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320148/original/037889300_1755588308-IDN_3825.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522156/original/054211700_1772720765-Half_Time________PERSIJAP_JEPARA_0_-_0_PERSIS_SOLO_persijapjepara__laskarkalinyamat__ukirsemangatbar.jpg)