Rupiah Sentuh Level Terendah 8 Bulan, Dolar AS Tembus Rp16.860

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (13/1/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah Garuda terdepresiasi sekitar 0,21% dan ditutup di level Rp16.860/US$. Posisi tersebut menjadi level terlemah rupiah sejak 24 April 2025, ketika rupiah ditutup melemah di level Rp16.865/US$, yang sekaligus menjadi level terlemah sepanjang masa.

Pelemahan ini juga memperpanjang tren tekanan terhadap rupiah sejak awal tahun. Sepanjang delapan hari perdagangan di 2026, rupiah tercatat belum sekalipun mencatatkan penguatan, dengan pelemahan kumulatif mencapai sekitar 1,14% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau tengah mengalami penguatan sebesar 0,12% di level 98,984.

Adapun penguatan tersebut bisa menjadi salah satu faktor pelemahan rupiah di perdagangan hari ini, Senin (13/1/2026).

DXY yang menguat mengindikasikan permintaan yang tinggi terhadap aset berdonominasi dolar AS yang pada gilirannya dapat menekan atau menjadi pemberat bagi laju pergerakan mata uang emerging markets termasuk rupiah.

Indeks dolar AS menguat setelah sejumlah anggota parlemen Partai Republik menyuarakan penolakan terhadap langkah Presiden Donald Trump yang membuka penyelidikan kriminal terhadap ketua bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell.

Senator Thom Tillis bahkan menyatakan akan memblokir seluruh nominasi pejabat The Fed sebagai respons atas penyelidikan tersebut.

Beberapa analis menilai sikap Tillis cukup signifikan, mengingat komposisi Komite Perbankan Senat yang relatif berimbang, sehingga berpotensi memengaruhi proses pengambilan keputusan. Meski demikian, masa jabatan Powell sendiri dijadwalkan berakhir pada Mei mendatang, sehingga perubahan kepemimpinan The Fed sejatinya memang telah diantisipasi pasar.

Ketidakpastian seputar independensi bank sentral AS tersebut turut menopang penguatan dolar, di tengah kritik Presiden Trump yang berulang kali menekan The Fed agar lebih agresif memangkas suku bunga.

(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |