Jakarta, CNBC Indonesia - Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap cadangan mata uang dunia semakin berkurang kuartal demi kuartal. Namun, dominasi dolar AS belum terpatahkan oleh mata uang manapun.
Dolar AS mulai menjadi 'penguasa' dunia sejak 1920-an dengan menggeser poundsterling Inggris. Status 'king dolar' semakin dikuatkan oleh Bretton Woods system atau sistem Bretton Woods.
Sistem yang dibentuk pada 1944 merupakan langkah AS dalam menciptakan tatanan sistem moneter baru di mana emas tidak lagi bisa menjadi nilai tukar tunggal.
Apakah gelar 'King Dolar' masih layak disandang? Untuk memastikan apakah dolar AS masih mendominasi secara global, mari kita tinjau data dari Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai komposisi cadangan devisa dunia.
Nilai mata uang setiap negara telah dikonversi ke dalam dolar AS. Berikut adalah daftar delapan mata uang yang mendominasi cadangan devisa global.
Berdasarkan data di atas IMF mencatat bahwa nilai cadangan devisa global masih berdenominasi dolar AS. Nilais hare dolar AS masih saja terbilang sangat besar dibandingkan negara lain.
Kendati demikian, jika dibandingkan, posisi pada Q4-2024 tercatat mengalami penurunan mencapai 0,88% dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Sebagai informasi, data IMF per akhir 2024 menunjukkan cadangan devisa di seluruh dunia menyentuh US$11,46 triliun. Dari jumlah tersebut, mata uang berdemoniasi dolar AS mencapai US$6,63 triliun atau sekitar 57,8%. Sementara posisi kedua ditempati oleh Euro dengan dominasi 19,83%.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(rev/rev)