Sebut Likuiditas Bank Kering, Purbaya Guyur Rp400 T Sampai Akhir 2026

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan kembali menyuntik likuditas di bank Himbara sebanyak Rp 400 triliun.

Caranya dengan menggunakan mekanisme penempatan dana menganggur pemerintah yang selama ini hanya bersemayam di BI, dalam Rekening Kas Umum Negara (RKUN).

Alasan Purbaya adalah membanjiri likuiditas bank Himbara yang disebutnya telah mengalami kekeringan imbas tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) beberapa hari terakhir.

"Yang masalah Himbara. Ada yang ribut kemarin. Ada yang nanya tuh, itu kan di sana udah mulai kekeringan likuiditas. Saya bilang ke mereka saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara, bahkan saya tambah," ucap Purbaya saat Media Briefing di Gedung Juanda, Jakarta pada Jumat (26/6/2026).

"Rp400 triliun totalnya," sambungnya.

Kebijakan menaruh dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank Himbara bukanlah langkah baru Purbaya untuk menggerakkan ekonomi. Dalam perjalanannya, kebijakan ini mengalami "guyur-serok" hingga saat ini.

Saat dirinya baru dilantik tahun lalu, Purbaya langsung mengguyur dana Rp200 triliun ke bank Himbara sejak September 2025. Dana itu kemudian ditambah Rp75 triliun pada November 2025, sehingga dana SAL di perbankan sekitar Rp275 triliun.

Kemudian, memasuki awal tahun 2026, Purbaya menyerok dana SAL di Bank Himbara itu sebesar Rp75 triliun untuk kembali ke kantong pemerintah.


Selang beberapa bulan, Purbaya guyur lagi dana Rp100 triliun dari kantong pemerintah ke bank himbara sebesar Rp100 triliun.

Memasuki Juni, kebijakan ''guyur-serok' dana SAL terjadi dengan cepat. Baru dua pekan lalu Purbaya menarik kembali dana SAL dari bank Himbara secara bertahap, hari ini diputuskan untuk kembali guyur Rp400 triliun.

"Sisanya Rp170 di sana (Bank Himbara). Saya balikin lagi jadi Rp200 triliun yang jangka panjang. Tambah Rp100 triliun lagi mungkin yang jangka 3-4 bulan ya. Terus tambah lagi yang fleksibel Rp100 triliun lagi. Jadi Rp400 triliun (totalnya)," tutur Purbaya.

Menkeu mengaku keputusan tersebut baru diambil setelah mengadakan rapat dengan para pimpinan bank Himbara tadi pagi.

"Baru meeting tadi pagi, baru dibilang akan ditambah," katanya.

Tambahan guyuran dana SAL tersebut akan didistribusi ke lima bank Himbara, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI.

"Karena kalau mereka cukup, otomatis uangnya akan mengalir ke sistem keuangan," ujar Purbaya.

Purbaya menjelaskan jika likuiditas kering, yang dikhawatirkan adalah perekonomian tidak bisa tumbuh. Oleh karena itu, upaya menyuntik kembali Bank Himbara dilakukan.

"Ketika uang kering, perekonomian nggak jalan karena kreditnya nggak tumbuh," ucapnya

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |