Sering Tahan Kencing Bikin Sakit Ginjal? Dokter Jelaskan Faktanya

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menahan buang air kecil masih kerap dianggap sepele, terutama saat perjalanan jauh, di ruang kelas, atau ketika ujian. Padahal, kebiasaan ini menyimpan risiko kesehatan serius, mulai dari infeksi saluran kemih hingga gangguan ginjal.

Urolog di Hyderabad, India, Dr. P. Vamsi Krishna mengingatkan, buang air kecil secara teratur merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan kandung kemih dan ginjal. Menunda ke toilet bukan sekadar menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berdampak pada fungsi organ tubuh.

Ia menjelaskan, sejumlah dampak medis yang dapat muncul jika seseorang terbiasa menahan urine. Menurut dr. Krishna, kebiasaan menahan buang air kecil secara rutin meningkatkan risiko infeksi saluran kemih atau urinary tract infection (UTI). Risiko ini lebih tinggi pada perempuan, meski laki-laki juga tidak sepenuhnya aman.

"Urine seharusnya dikeluarkan secara teratur. Ketika tertahan berjam-jam di kandung kemih, bakteri memiliki lebih banyak waktu untuk berkembang biak," ujarnya dikutip Hindustan Times, Selasa (27/1/2026).

Gejala UTI antara lain rasa terbakar saat buang air kecil, demam, hingga nyeri di perut bagian bawah. Menahan urine juga dapat memberi tekanan tambahan pada ginjal. Dr. Krishna menjelaskan, kebiasaan ini berisiko memicu vesicoureteral reflux, kondisi ketika urine mengalir kembali ke arah ginjal.

"Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal," katanya. Meski kasusnya relatif jarang, ia menyarankan pemeriksaan rutin bagi mereka yang sering menahan buang air kecil.

Risiko semakin meningkat jika kebiasaan menahan urine disertai dengan kurang minum air putih. Dr. Krishna menyoroti pelajar, terutama saat ujian, sering mengurangi asupan cairan.

Urine yang lebih pekat dapat mengiritasi kandung kemih dan meningkatkan risiko batu ginjal. "Dehidrasi membuat kondisi kandung kemih dan ginjal bekerja lebih berat," jelasnya.

Selain dampak fisik, menahan buang air kecil juga berpengaruh pada kesehatan mental dan kognitif. Kandung kemih yang penuh terus mengirim sinyal ke otak, menimbulkan stres ringan dan gangguan fokus.

"Merespons dorongan buang air kecil justru dapat meningkatkan kewaspadaan dan produktivitas, terutama bagi pelajar saat ujian," kata dr. Krishna.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |