Telkomsel, Indosat, dan XLSmart Siap Rebutan Sumber Duit Baru

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memasuki tahapan evaluasi administrasi peserta. Hasil dari proses ini akan diumumkan secara resmi segera.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melakukan proses klarifikasi kesesuaian substansi dokumen dari tiga penyelenggara komunikasi yang menyerahkan dokumen permohonan ikut serta seleksi. Disebutkan terdapat beberapa catatan pada dokumen untuk masing-masing peserta berdasarkan hasil pemeriksaan.

Komdigi dalam keterangan resminya menjelaskan tahapan evaluasi administrasi dilakukan dengan dua mekanisme utama. Salah satunya adalah pemeriksaan kelengkapan dokumen permohonan keikutsertaan untuk memastikan seluruh persyaratan formal terpenuhi.

Sementara lainnya adalah dengan verifikasi dokumen administrasi. Tujuannya adalah memeriksa keabsahan dan kesesuaian dokumen yang disampaikan peserta.

Peserta yang dinyatakan lolos pada tahap administrasi berhak lanjut ke tahapan berikutnya. Sementara bagi peserta yang tidak lulus dinyatakan gugur.

"Kami berkomitmen penuh untuk menjalankan seluruh tahapan seleksi ini dengan mengedepankan asas transparansi, kepastian hukum, dan akuntabilitas," tegas Menkomdigi Meutya Hafid dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (26/6/2026).

Proses seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz telah dilakukan sejak 23 April 2026. Tiga operator seluler tanah air dipastikan mengikuti proses lelang, yakni PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Indosat Tbk, dan PT Telekomunikasi Seluler.

Lelang ini jadi langkah fundamental mewujudkan pemerataan akses internet yang berkualitas untuk seluruh masyarakat. Diharapkan dengan tambahan spektrum dapat mendorong penyelenggara jaringan bergerak seluler mengakselerasi penggelaran infrastruktur, meningkatkan kecepatan akses mobile broadband, dan memperluas jangkauan ke wilayah yang masih tertinggal.

Meutya juga menjelaskan spektrum frekuensi merupakan sumber daya alam yang terbatas. Namun di sisi lain memiliki potensi luar biasa mendorong kemajuan ekonomi digital.

"Melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel ini, kami ingin memastikan pita 700 MHz dan 2,6 GHz dapat dioptimalkan untuk menghadirkan akses internet yang lebih merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama dalam mendongkrak produktivitas ekonomi digital di berbagai sektor," jelas Meutya.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |