Tetangga RI Memanas, Warga Turun ke Demo Darurat Militer

1 hour ago 1

Ratusan warga Manila, Filipina, turun ke jalan karena memperingati darurat militer Marcos Sr. 1972 termasuk demo "Jangan Pernah Lagi Ada Darurat Militer".

Para pengunjuk rasa berpawai untuk memperingati peringatan ke-54 deklarasi Darurat Militer di dekat Istana Malacanang, Manila, Filipina, pada 21 September 2026. (REUTERS/Noel Celis)

Ratusan pengunjuk rasa turun di ibu kota Filipina, Manila, Senin (21/9/2026). Mereka memperingati pengumuman darurat militer oleh mantan Presiden Ferdinand Marcos Sr. pada 1972. Mereka juga berdemo menuntut "pertanggungjawaban" atas korupsi dan dugaan penyalahgunaan kekuasaan dalam pemerintahan saat ini. (REUTERS/Noel Celis)

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan dalam unjuk rasa memperingati 54 tahun deklarasi Darurat Militer, di dekat Istana Malacanang, Manila, Filipina, 21 September 2026.

Sambil membawa spanduk dan meneriakkan seruan "Jangan Pernah Lagi Ada Darurat Militer", para demonstran menyusuri jalan-jalan di Manila. Aksi tersebut digelar untuk memperingati peristiwa pada 21 September 1972 yang menandai dimulainya masa kekuasaan Marcos Sr. (REUTERS/Noel Celis)

Pasukan antihuru-hara berjaga saat unjuk rasa memperingati 54 tahun deklarasi Darurat Militer di dekat Istana Malacanang, Manila, Filipina, 21 September 2026.

Marcos Sr. mengambil alih kekuasaan melalui darurat militer pada 21 September 1972. Periode tersebut dikenang banyak pihak sebagai salah satu masa paling kelam dalam sejarah Filipina. Marcos Sr. kemudian digulingkan 14 tahun setelahnya melalui gerakan perlawanan rakyat. (REUTERS/Noel Celis)

Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel dalam unjuk rasa memperingati 54 tahun deklarasi Darurat Militer saat mereka berpawai di dekat Istana Malacanang di Manila, Filipina, pada 21 September 2026.

"Unjuk rasa ini merupakan peringatan bagi mereka yang memegang kekuasaan," ujar aktivis Teddy Casino. Ia menambahkan bahwa rakyat pada akhirnya akan "melawan balik". (REUTERS/Noel Celis)

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan dalam unjuk rasa memperingati 54 tahun deklarasi Darurat Militer, di dekat Istana Malacanang, Manila, Filipina, 21 September 2026.

Aktivis sekaligus Sekretaris Jenderal Bayan, Mong Palatino, mengatakan aksi tersebut juga bertujuan mendesak pertanggungjawaban atas apa yang ia gambarkan sebagai praktik korupsi yang terus berlanjut serta penyalahgunaan kekuasaan yang meluas di lingkungan pemerintahan. (REUTERS/Noel Celis)

Read Entire Article
| | | |