Transisi Kepelatihan Timnas Indonesia, Harapan Baru di Tengah Tantangan Besar

19 hours ago 6

Bola.com, Jakarta - Tahun 2026 menjadi momen berat, tapi penuh harapan bagi Timnas Indonesia di semua level. Ini merupakan masa transisi pucuk kepelatihan Timnas Indonesia yang diharapkan arsitek baru mampu melanjutkan tongkat estafet dengan mulus.

Sosok John Herdman jadi perhatian utama para pencinta Timnas Garuda. Pria asal Inggris itu digadang-gadang meraih sukses seperti kala menukangi Timnas Kanada.

Dua agenda penting, FIFA Series 2026 dan Piala AFF 2026, jadi ujian kapasitas John Herdman. Apakah dia bisa melampaui prestasi dua pendahulunya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert?

"Di negara manapun Timnas Senior selalu jadi perhatian dibandingkan level di bawahnya. Maka wajar bila John Herdman punya beban berat menangani Timnas Indonesia nanti. Yang penting bagaimana kita percaya dan memberi kesempatan kepada John Herdman leluasa meracik Timnas Indonesia nanti," kata Gusnul Yakin.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Harapan Publik

Selain mengembalikan prestasi Timnas Indonesia, John Herdman harus mampu memulihkan kecintaan publik yang sedang surut.

"John Herdman tak usah muluk-muluk dulu. Dia harus membuat permainan Timnas Indonesia bagus dulu. Jika dia meraih prestasi, maka otomatis animo kecintaan publik akan bangkit lagi," ujarnya.

Tanggungjawab Nova Arianto di Timnas Indonesia U-20 juga tak ringan. Publik pasti berharap putra pelatih kawakan Sartono Anwar ini melanjutkan keberhasilan seperti memoles Timnas Indonesia U-17 yang sampai tampil di Piala Dunia U-17 Qatar 2025.

"Nova Arianto harus cepat membentuk tim bagus. Setidaknya dia bisa meloloskan Timnas Indonesia U-20 ke Piala Asia U-20. Yang jelas persaingan U-20 berbeda dengan U-17," ucap pengamat sepak bola senior asal Malang ini.

Beban Kurniawan

Di antara dua jurutaktik Timnas Indonesia tersebut, beban Kurniawan Dwi Yulianto terbilang paling berat. Ekspektasi publik pasti ingin eks striker Timnas Indonesia itu mampu mengikuti jejak Nova Arianto.

"Target lolos Piala Dunia U-17 Qatar 2026 sangat berat. Karena Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 nanti tergabung dengan Jepang U-17, China U-17, dan Qatar U-17," jelas Gusnul Yakin.

Apalagi, lanjut mantan pelatih Arema ini, waktu persiapan Kurniawan Dwi Yulianto tak seleluasa seperti Nova Arianto lalu.

"Dua bulan waktu sangat mepet untuk membentuk tim tangguh bisa bersaing di Piala Asia 2026 nanti. Meski saya pesimistis, tapi pencinta Timnas Indonesia berdoa yang terbaik untuk Kurniawan Dwi dan dua pelatih Timnas Indonesia lainnya," tuturnya.

Read Entire Article
| | | |