UEA Siap Buka Paksa "Gembok" Iran di Selat Hormuz, Terjunkan Pasukan

8 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan telah menyatakan kesiapannya kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat lainnya untuk bergabung dalam satuan tugas maritim multinasional demi membuka kembali Selat Hormuz yang kini tengah mencekam.

Laporan Financial Times pada Jumat, (27/03/2026), menyebutkan bahwa langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di jalur perdagangan energi paling vital di dunia tersebut.

Berdasarkan laporan tersebut, UEA kini tengah berupaya mendorong puluhan negara untuk membentuk "Pasukan Keamanan Hormuz" yang bertujuan untuk mempertahankan selat tersebut dari serangan Iran. Pasukan ini nantinya akan bertugas mengawal kapal-kapal yang melintas demi memastikan kelancaran arus logistik global.

"Uni Emirat Arab sedang mencoba mendorong puluhan negara untuk membentuk 'Pasukan Keamanan Hormuz' guna mempertahankan selat dari serangan Iran dan mengawal pelayaran," tulis laporan Financial Times mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Keputusan UEA ini dilatari oleh fakta bahwa negara tersebut telah menghadapi lebih banyak serangan dari Iran dibandingkan negara lain di kawasan, termasuk Israel. Sebagaimana diketahui, Iran telah memblokade Selat Hormuz secara efektif yang merupakan jalur bagi sekitar 20% minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global, sehingga memicu lonjakan harga energi dan ketakutan akan inflasi dunia.

Meskipun UEA menunjukkan sikap agresif, beberapa sekutu Amerika Serikat lainnya menyatakan belum memiliki rencana segera untuk mengirim kapal guna membuka blokir Selat Hormuz. Hal ini sekaligus menolak permintaan Presiden Donald Trump akan dukungan militer untuk menjaga jalur air vital tersebut tetap terbuka.

Prancis memberikan tanggapan pada Kamis lalu dengan menyatakan bahwa mereka telah mengadakan pembicaraan dengan sekitar 35 negara untuk mencari mitra dan proposal misi pembukaan kembali selat. Namun, Prancis memberikan syarat tegas bahwa langkah tersebut baru akan dilakukan setelah konflik militer antara Amerika Serikat-Israel dan Iran berakhir.

"Prancis telah mengadakan pembicaraan dengan sekitar 35 negara yang mencari mitra dan proposal untuk misi pembukaan kembali selat, tetapi hanya setelah perang AS-Israel terhadap Iran berakhir," ungkap perwakilan pemerintah Prancis.

Selain persiapan militer, UEA juga dilaporkan sedang mengupayakan resolusi Dewan Keamanan PBB bersama Bahrain untuk memberikan mandat resmi bagi satuan tugas masa depan tersebut. Namun, langkah diplomasi ini diprediksi akan menemui jalan buntu karena kemungkinan besar akan ditentang oleh Rusia dan China.

Anggota Dewan Keamanan PBB sendiri dikabarkan sudah mulai merundingkan resolusi untuk melindungi pelayaran komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz. Salah satu draf dari Bahrain bahkan mencakup otorisasi penggunaan segala cara yang diperlukan guna memastikan keamanan jalur tersebut.

"Anggota Dewan Keamanan PBB telah mulai merundingkan resolusi untuk melindungi pelayaran komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz, termasuk draf Bahrain yang akan mengizinkan penggunaan 'segala cara yang diperlukan'," lapor Reuters sebelumnya pada pekan ini.

Pada pekan lalu, seorang pejabat senior UEA yang tidak disebutkan namanya sempat mengutarakan bahwa negaranya mungkin akan bergabung dalam upaya pimpinan Amerika Serikat untuk melindungi pelayaran setelah Iran hampir menutup seluruh jalur bagi kapal-kapal. Jalur air ini sangat krusial bagi ekonomi UEA yang merupakan eksportir minyak utama dan pusat perdagangan dunia.

Kekhawatiran UEA semakin memuncak karena Iran telah berulang kali menyerang pelabuhan milik mereka yang terletak di luar Teluk. Padahal, fasilitas tersebut merupakan titik utama yang digunakan untuk memuat ekspor minyak mentah negara tersebut.

"Uni Emirat Arab dapat bergabung dengan upaya pimpinan AS untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz setelah Iran hampir menutup jalur air tersebut bagi kapal-kapal," pungkas pejabat senior Uni Emirat Arab tersebut.

(tps/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |