Jakarta, CNBC Indonesia - Buruh melakukan aksi MayDay2026 di Monumen Nasional untuk memperingati hari buruh internasional. Mereka memperjuangkan hak-haknya untuk hidup sejahtera.
Ada beberapa hal yang disoroti oleh para buruh, seperti upah yang dirasa belum cukup mengkompensasi kenaikan bahan pokok, pemberian upah tidak sesuai standar kerja, hingga outsourcing.
Salah seorang buruh bernama Jacob (bukan nama sebenarnya) datang dari Bekasi ke Monas untuk menyuarakan tuntutan upah buruh yang dirasa belum bisa membuat sejahtera.
Ia mengatakan bahwa kenaikan upah tidak sebanding dengan kebaikan bahan pokok, hal ini menyusahkan buruh.
"Kondisi sekarang, kenaikan harga-harga pokok itu kalau dilihat dari data 20-30%. Sementara kenaikan gaji kita masih diangka 5%-7%, itu masih kurang," kata Jacob kepada CNBC Indonesia di Monas, Jakarta pada Jumat (1/5/2026).
Jacob turut mengapresiasi kinerja pemerintah yang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menaikkan taraf hidup masyarakat. Namun, dirinya berharap kedepannya bisa lebih peduli lagi sama keadaan buruh dan kesesuaian upah.
"Agar supaya biar bisa hidup layak lah di Indonesia," ucapnya.
Begitu juga dengan Sinta (bukan nama sebenarnya) yang masih harus bekerja di usia senja. Sinta berusia 57 tahun tak kenal lelah bekerja dan memperjuangkan hak buruh di Monas.
Ia mengaku saat ini upah buruh saat ini sangat pas-pasan untuk hidup, terutama saat harga pangan meningkat.
UMR saja tidak cukup, bagaimana yang tidak mendapatkan upah tak sesuai standar? Pasti lebih menyakitkan.
Sinta bercerita banyak temannya sebagai kurir paket di Depok, Jawa Barat, kerja hingga 12 jam namun dibayar hanya sekitar Rp100-120 ribu per hari. Artinya jika kerja selama 20 hari, maka upah yang didapatkan hanya Rp2 juta hingga Rp2,4 juta per bulan.
"Makanya ini pun satu keluhan, ini di luar atau lebih daripada lembur. Itu harus ada penghitungan yang benar. SOP-nya bagaimana? Tolong diperhatikan semua driver-driver para kurir yang ada di Depok, karena mereka minim upah," ujarnya.
Sebagai informasi, UMR Kita Depok pada 2026 mencapai Rp5.522.622 per bulan.
Upah yang pasa-pasan bagi buruh juga turut menutup mimpi buruh muda memiliki rumah secepatnya. Rumah sebagai perlindungan pribadi dan tempat bernaung bukan lagi menjadi hal yang mudah didapatkan anak muda.
Santo (bukan nama sebenarnya), yang bekerja di pabrik perusahaan multinasional di Jakarta Timur, mengaku upah yang diterima sangat pas untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi untuk memiliki rumah segera, hanyalah mimpi.
"Ingin (punya rumah) tapi dengan UMR sekarang nggak cukup pasti, udah nggak cukup," katanya kepada CNBC Indonesia saat ditemui di Monas, Jumat (1/5/2024).
(fsd/fsd)
Addsource on Google






































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439016/original/035157100_1765346343-jung_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5400631/original/069827500_1762142755-Dewa_United_vs_Shan_United-33.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429808/original/054554400_1764645012-000_32X43LN.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378705/original/021253400_1760284578-1000094878.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471129/original/050011600_1768278486-6.jpg)

