Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie buka suara soal pihaknya bersama pemerintah melakukan negosiasi terkait kebijakan tarif ekspor beberapa komoditas dari Indonesia
Anindya menjelaskan saat ini proses negosiasi masih berlangsung dan pihaknya tetap menyambut baik dari progres tersebut, sembari mencari alternatif.
"Kita ketahui dengan AS, kita lagi merampungkan kesepakatannya di tarif ini, sehingga alternatif juga mesti disiapkan," kata Anindya dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan (Kemendag) Senin (12/1/2026).
Kata dia, perkembangan negosiasi sudah berjalan cukup baik, sehingga dirinya ingin beberapa komoditas ekspor RI dapat dipermudah, terutama dari segi tarif ekspornya. Adapun komoditas ekspor tersebut yakni garmen, tekstil, alas kaki, dan furnitur.
"Dengan AS, tentu kita melihat dengan positif apa yang diperjuangkan oleh pemerintah. Setahu saya sudah baik dan yang paling penting tadi saya dengar bahwa kita punya ekspor seperti garmen, tekstil, alas kaki, furniture, itu agar bisa diberikan kemudahan," lanjut Anindya.
Namun, pihaknya tetap ingin memantau perkembangan dari negosiasi tarif AS dengan Indonesia.
"Nanti kita lihat perkembangannya tentu kita ikut pemerintah, tapi yang ingin kami sampaikan ialah pada akhirnya perjanjian ini harus menjadi suatu transaksi, tentunya suatu kerja yang erat antar pemerintah dan juga dunia usaha sangat penting.," jelas Anindya.
Sebelumnya, Menteri Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan bakal mengirimkan tim ke Amerika Serikat untuk melakukan legal drafting, pada Senin (12/1/2026). Hal ini terkait penyelesaian negosiasi tarif dagang resiprokal.
Airlangga mengatakan, sudah menyelesaikan isu yang menjadi perundingan antar dua negara, dengan melakukan pembicaraan dengan pihak AS.
"Tadi under secretary-nya baru saja ketemu di kantor khususnya negosiator mengenai agriculture, secara keseluruhan isu-isu sudah terselesaikan. Hari Senin tim akan berangkat ke Washington, dijadwalkan untuk legal drafting dalam waktu 5 - 7 hari," kata Airlangga, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (8/1/2026).
Setelah legal drafting rampung, maka menurut Airlangga, baru akan melakukan proses penandatanganan yang akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto. Seperti diketahui legal drafting ini akan dilakukan mulai 12 - 19 Januari.
Adapun terkait dengan rencana importasi komoditas dari AS, Airlangga menjelaskan hal itu akan dibicarakan kembali setelah penandatanganan tarif dagang resiprokal.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165907/original/040062200_1742202626-3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5342106/original/027230600_1757384899-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-20.jpg)