4 Kapal Maut Makan Korban, Menhub Tunjuk Potensi Sumber Malapetaka

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membeberkan hasil evaluasi pemerintah terhadap sejumlah kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Empat kejadian yang menjadi perhatian yakni KM Mutiara Sentosa 2, KMP Putri Yasmin, KLM Nurul Salsa 01, dan KM Prince Soya.

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Dudy menegaskan bahwa kelengkapan dokumen kapal tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran keselamatan. Pemerintah kini menyoroti bagaimana sistem keselamatan benar-benar diterapkan ketika kapal beroperasi.

"Dari aspek administrasi dan kelaiklautan, kapal memiliki dokumen yang dipersyaratkan. Surat Persetujuan Berlayar diterbitkan Syahbandar Tanjung Perak pada tanggal 1 Agustus 2026. Uji petik sebelumnya juga telah dilaksanakan oleh Marine Inspector dengan hasil laik laut," kata Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Rabu (19/8/26).

Evaluasi kemudian diarahkan pada kondisi nyata di lapangan, termasuk perlindungan terhadap kebakaran, kesiapan awak, kondisi kendaraan dan muatan, serta kemampuan kapal menghadapi keadaan darurat. Pemerintah juga menunggu hasil investigasi untuk memastikan penyebab definitif setiap kecelakaan.

"Namun demikian, dokumen yang lengkap tidak membuat kita berhenti pada aspek administratif. Kejadian ini justru menjadi dasar bagi kami untuk mengevaluasi lebih dalam efektivitas implementasi sistem keselamatan pada kapal tersebut, khususnya sistem proteksi kebakaran, kesiapsiagaan awak, kondisi kendaraan dan muatan, serta kemampuan merespon keadaan darurat," ujarnya.

Pemerintah juga memperluas pemeriksaan setelah terjadinya kecelakaan. Operator diminta menjalani audit tambahan dan armada diperiksa kembali untuk memastikan tidak terdapat persoalan keselamatan yang luput dari pemeriksaan sebelumnya.

Terhadap temuan yang berkaitan langsung dengan keselamatan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka kemungkinan pembatasan operasi hingga larangan berlayar. Pemeriksaan juga diarahkan pada sistem proteksi kendaraan dan kompetensi personel yang melakukan pengawasan.

"Terhadap operator kami memerintahkan audit verifikasi sistem manajemen keselamatan dan dokumen compliance, audit terhadap seluruh armada serta tindakan perbaikan wajib, pembatasan operasi hingga pelarangan berlayar apabila ditemukan ketidaksesuaian," kata Dudy.

Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional. Pemerintah juga mendorong agar hasil setiap investigasi tidak berhenti sebagai laporan, tetapi menghasilkan tindakan korektif bagi operator dan kapal.

"Pesan kami jelas bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap temuan yang berkaitan langsung dengan keselamatan," tegasnya.

Sebagai informasi, KM Mutiara Sentosa II rute Surabaya-Makassar mengalami kebakaran di tengah laut pada Minggu (2/8/2026). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi insiden tersebut dan menyebut kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 06.00-07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep. Kecelakaan ini menyebabkan 5 orang meninggal saat berusaha menyelamatkan diri, juga karena sesak napas, dan tenggelam.

Sementara, KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Rabu (15/7/2026), menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan belasan hilang setelah upaya pencarian selama 10 hari.

Pada hari Sabtu (1/8/2026), dek kapal KM Prince Soya ng sedang bersandar di kawasan Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) terbakar, diduga dipicu uap BBM. Disebutkan, tidak ada korban meninggal maupun korban luka akibat insiden ini.

Dan, pada hari Kamis (13/8/2026), Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin dilaporkan terbakar di perairan Sekotong, Lombok Barat, lalu hanyut hingga ke Samudra Hindia. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan KMP Putri Yasmin bergeser dari lokasi awal di perairan Sekotong karena terbawa arus.

Disebutkan, 1 orang meninggal akibat insiden ini dan 4 orang masih dalam upaya pencarian hingga hari terakhir operasi pencarian, pada hari ini, Rabu (19/8/2026).

Kapal feri KM Putri Yasmin yang mengangkut sekitar 130 orang dari pulau wisata Bali terbakar di perairan dekat Lombok pada Rabu (12/8/2026). (Tangkapan Layar Video/Reuters)Kapal feri KM Putri Yasmin yang mengangkut sekitar 130 orang dari pulau wisata Bali terbakar di perairan dekat Lombok pada Rabu (12/8/2026). (Tangkapan Layar Video/Reuters) Foto: Kapal feri KM Putri Yasmin yang mengangkut sekitar 130 orang dari pulau wisata Bali terbakar di perairan dekat Lombok pada Rabu (12/8/2026). (Tangkapan Layar Video/Reuters)

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |