Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan pada urine ternyata bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan ginjal. Sebab, ginjal bekerja menyaring darah, membuang racun, dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Ketika fungsi ginjal mulai terganggu, tanda-tandanya kerap lebih dulu terlihat saat buang air kecil. Hal ini yang perlu diperhatikan untuk mendeteksi lebih dini gangguan pada ginjal.
Ahli urologi di Ruby Hall Clinic, India, Dr Bhati Singh Bhoopat, mengatakan perubahan kecil yang terus berulang pada urine sebaiknya tidak diabaikan. Hal senada juga disampaikan Dr Varun Mittal dari Artemis Hospitals.
"Salah satu tanda pertama dan paling jelas bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik sering terlihat pada urine," ujar Dr Mittal, dikutip dari Times of India.
Berikut beberapa perubahan urine yang bisa menjadi tanda awal kerusakan ginjal:
1. Urine Berbusa Terus-menerus
Sedikit gelembung atau busa setelah buang air kecil masih bisa dianggap normal. Tetapi, bila urine tampak berbusa tebal dan bertahan lama, kondisi ini patut diwaspadai.
"Ketika memiliki urine berbusa yang tampak mirip dengan telur yang digoreng atau buih di bir, biasanya itu menandakan proteinuria," kata Dr Bhoopat.
Proteinuria terjadi saat saringan ginjal melemah sehingga protein bocor ke urine. Padahal protein seharusnya tetap berada di aliran darah.
"Jika selalu berbusa, itu bisa menjadi tanda terlalu banyak protein yang bocor ke dalam urine," tambah Dr Mittal.
2. Urine Berubah Warna
Urine normal umumnya berwarna kuning pucat. Jika berubah menjadi kuning tua, cokelat, merah, atau keruh, bisa jadi ada masalah kesehatan.
"Jika urine berwarna kuning tua, cokelat, merah, dan bahkan keruh, itu bisa berarti ada sesuatu yang salah," jelas Dr Mittal.
Warna kemerahan bisa menandakan adanya darah dalam urine. Sementara urine keruh dapat mengarah pada infeksi atau gangguan penyaringan ginjal.
3. Sering Buang Air Kecil di Malam Hari
Bangun sekali di malam hari untuk buang air kecil masih tergolong normal. Tetapi, bila terlalu sering, hal ini bisa menandakan fungsi ginjal menurun.
"Jika mulai sering ke kamar mandi di malam hari, filter ginjal mungkin rusak," tutur Dr Bhoopat.
Saat ginjal tak mampu memekatkan urine dengan baik, tubuh menghasilkan urine lebih encer. Hal inifrekuensi buang air kecil meningkat.
4. Bau Urine Menyengat dan Keruh
Urine yang keruh dan berbau tajam juga perlu diperhatikan, apalagi jika terjadi terus-menerus. Hal ini dapat terjadi saat fungsi ginjal terganggu, yang membuat racun menumpuk.
"Kondisi ini membuat urine bau amonia yang busuk," ucap Dr Bhoopat.
Bau urine yang kuat atau tidak biasa dapat berarti adanya infeksi atau terlalu banyak limbah dalam tubuh.
5. Muncul Rasa Nyeri, Terbakar, atau muncul Darah
Nyeri saat buang air kecil bukan sekadar rasa tak nyaman. Ini bisa menandakan infeksi atau peradangan pada saluran kemih yang berisiko menjalar ke ginjal.
"Infeksi dan peradangan dapat menjadi penyebab nyeri, ketidaknyamanan, dan sensasi terbakar," imbuh Dr Mittal.
Ia menegaskan adanya darah dalam urine, meski sedikit, bukan kondisi normal. Darah pada urine dapat berkaitan dengan batu ginjal, infeksi, hingga penyakit ginjal yang lebih serius.
Artikel selengkapnya >>> Klik di sini
(miq/miq)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5145677/original/009587200_1740728790-20250228BL_HTS_Ratu_Tisha_20.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5455820/original/092741900_1766735258-1000332649.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5400631/original/069827500_1762142755-Dewa_United_vs_Shan_United-33.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439016/original/035157100_1765346343-jung_1.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429808/original/054554400_1764645012-000_32X43LN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471129/original/050011600_1768278486-6.jpg)