5 Makanan Pembawa Hoki dan Kemakmuran Saat Imlek

2 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun Baru Imlek merupakan salah satu hari raya penting yang dirayakan masyarakat Tionghoa dan dirayakan secara luas di berbagai negara dunia.

Perayaannya mengikuti kalender lunisolar China, sehingga tanggalnya berubah setiap tahun, namun selalu jatuh pada akhir Januari atau Februari. Tahun ini, Imlek diperingati pada 17 Februari, menandai berakhirnya Tahun Ular dan dimulainya Tahun Kuda.

Dalam perayaan Imlek, makanan memegang peran penting karena sarat makna simbolis. Hidangan yang disajikan umumnya melambangkan harapan akan kemakmuran, umur panjang, dan keberuntungan. Meski demikian, tradisi Imlek dapat berbeda-beda di tiap keluarga dan wilayah, bergantung pada latar belakang budaya dan negara masing-masing.

Berikut lima makanan pembawa hoki dan kemakmuran yang baik dimakan selama perayaan Tahun Baru Imlek, melansir RealSimple, Selasa (17/2/2026).

1. Pangsit atau Dumpling

Pangsit adalah makanan yang sangat umum di meja makan saat Tahun Baru Imlek. Annie Shi, salah satu penulis The King Cookbook mengatakan, saat tumbuh dewasa, keluarganya selalu membuat pangsit sendiri dari awal untuk Tahun Baru Imlek, termasuk kulitnya.

"Itulah yang membuat pangsit buatan sendiri menjadi istimewa. Bentuk pangsit mengingatkan kita pada batangan emas tradisional dan dipercaya membawa lebih banyak kemakmuran di tahun baru," kata Shi, dikutip dari RealSimple.

Sementara itu, menurut Sophia Tsao, pemilik generasi kedua Po Wing Hong Food Market di Chinatown New York, isi pangsit bisa bervariasi tergantung daerah dan selera.

"Biasanya isinya berupa daging, kemungkinan besar daging babi dan sedikit daun bawang atau bawang hijau," kata Tsao.

2. Ikan Utuh

Makanan umum lainnya untuk Tahun Baru Imlek adalah ikan utuh, kata Jon Kung, penulis buku Kung Food.

"Kata untuk kelimpahan adalah homonim untuk ikan," kata Shi.

Menurut Tsao, ikan harus utuh, termasuk kepala dan ekornya. "Itu melambangkan keutuhan. Anda tidak ingin memotong-motong sesuatu, karena itu membawa sial."

Dia mengatakan, sudah menjadi kebiasaan untuk tidak memakan seluruh ikan. "Menyisakan sebagian di piring melambangkan Anda memiliki lebih dari cukup, sebuah kelimpahan."

3. Mi

Karena alasan yang jelas, mi panjang melambangkan umur panjang. Som menyertakannya dalam hidangan Tahun Baru Imleknya, dengan mengatakan, "Ini adalah hidangan yang terasa meriah tetapi tidak ribet."

4. Permen

Tradisi Tahun Baru Imlek lainnya adalah nampan permen berbentuk lingkaran, yang seringkali memiliki delapan kompartemen.

"Lingkaran melambangkan kebulatan, kesinambungan, dan kebersamaan," kata Tsao. Permen itu sendiri melambangkan awal tahun yang manis.

5. Jeruk

Buah jeruk merupakan bagian penting dari sajian Tahun Baru Imlek, karena merupakan simbol kesuksesan dan keberuntungan.

Tsao menyebut buah itu, terutama jeruk mandarin, sangat membawa keberuntungan. "Ini kembali ke tema bulat, melambangkan kesinambungan. Buah ini juga melambangkan sekantong uang, dan bentuknya seperti sepotong emas."

Kung mengatakan, Anda bisa memasukkan buah jeruk ke dalam masakan, tetapi buah ini juga umum digunakan sebagai hiasan meja.

"Setumpukan besar jeruk mandarin untuk melambangkan emas dan kekayaan biasanya terlihat di samping nampan permen. Ini memberikan 'dekorasi yang bermakna' daripada 'mangkuk buah acak'," kata Kung.

Terlepas dari apapun yang Anda sajikan untuk Tahun Baru Imlek, makanan menjadi cara untuk mengekspresikan harapan dan kepedulian kepada orang-orang di sekitar Anda.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |