Jakarta, CNBC Indonesia - Kesuksesan ekonomi orang China di Indonesia kerap dijelaskan dengan narasi kerja keras dan hidup hemat. Namun, ternyata itu bukan faktor mutlak. Menurut sejarawan Ong Hok Ham, fondasi utama kekuatan ekonomi justru terletak pada jaringan kepercayaan sosial yang dia sebut sebagai "modal nikah dengan modal."
Apa Maksudnya?
Konsep ini lahir dari kondisi historis pada masa kolonial Belanda ketika orang China dipaksa hidup terisolasi akibat kebijakan Wijkenstelsel dan Passenstelsel. Mereka ditempatkan dalam satu kawasan khusus dan dibatasi pergerakannya ke luar wilayah tersebut.
Isolasi ini membuat interaksi mereka dengan masyarakat pribumi menjadi sangat terbatas. Namun, di sisi lain, hubungan internal antaranggota komunitas justru semakin solid.
Mayoritas orang China di Pecinan berprofesi sebagai pedagang. Dalam kondisi tertekan dan diawasi ketat, mereka dituntut untuk saling percaya. Mereka mengenal betul latar belakang, kemampuan usaha, hingga kondisi keuangan satu sama lain.
Menurut Ong Hok Ham dalam Riwayat china Peranakan di Jawa (2005), kepercayaan ini berkembang menjadi modal sosial yang sangat berharga. Hubungan dagang kerap berlanjut ke hubungan keluarga melalui pernikahan, sehingga modal ekonomi dan modal sosial saling menguatkan.
Fenomena inilah yang oleh Ong disebut sebagai "modal nikah dengan modal".
"Tak pelak lagi terjadilah 'modal nikah dengan modal' dan menumbuhkan kapitalisme di Kampung Cina," tulis Ong dalam Wahyu yang Hilang, Negeri yang Guncang (2018:139).
Dalam sistem ini, pernikahan bukan sekadar ikatan personal, melainkan juga mekanisme konsolidasi modal. Kepercayaan antarkeluarga menciptakan jaringan bisnis yang kuat, berkelanjutan, dan relatif aman dari risiko penipuan.
Dari sinilah kapitalisme tumbuh subur di Pecinan. Kampung China berkembang menjadi pusat ekonomi perkotaan dan melahirkan pengusaha-pengusaha besar yang menguasai sektor perdagangan, distribusi, hingga industri.
Namun, Ong Hok Ham menegaskan bahwa kesuksesan ini tidak berkaitan dengan ras. Menurutnya, siapa pun yang berada dalam struktur sosial serupa, memiliki jaringan kepercayaan kuat, akses kekuasaan, dan peluang ekonomi, dapat mengalami proses yang sama.
"Sikap saling percaya yang tumbuh di Pecinan merupakan modal bagi jaringan usaha di samping pentingnya peranan keluarga dan hubungan dengan penguasa, dan akhirnya tumbuhnya kapitalisme China di Indonesia, tidak berhubungan dengan soal ras," tulis Ong (hlm.141).
Dengan kata lain, keberhasilan ekonomi komunitas china lebih tepat dipahami sebagai hasil konstruksi sosial dan sejarah. Alias bukan keunggulan bawaan.
Konsep "modal nikah dengan modal" sekaligus membongkar mitos lama bahwa kerja keras dan hidup hemat semata cukup untuk melahirkan kapitalisme. Setelah ratusan tahun, pandangan ini masih dianut oleh banyak pengusaha China yang menikahi atau menjodohkan anaknya dengan sesama pengusaha.
(mfa/mfa)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5048041/original/074776600_1734010897-20241212AA_Asean_Cup_2024_Indonesia_vs_Laos-17.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2363657/original/084760200_1537434835-Vietnam.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182679/original/046922700_1744100626-Timnas_Indonesia_-_Beragam_ekspresi_Nova_Arianto_copy.jpg)