Dua Tetangga RI Panas, Buka Aib Sampai Usir Diplomat

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah junta Myanmar resmi mengumumkan pengusiran perwakilan diplomatik tertinggi Timor Leste pada Minggu (15/2/2026). Langkah ini diambil setelah sebuah kelompok hak asasi manusia menyatakan bahwa Dili telah membuka kasus hukum terhadap militer Myanmar atas tuduhan kejahatan perang.

Mengutip Channel News Asia, ketegangan baru ini dipicu langkah Organisasi Hak Asasi Manusia Chin (CHRO) menyatakan pada bulan ini bahwa Timor Leste telah membuka kasusnya sendiri terhadap junta, baik untuk kejahatan perang maupun kejahatan terhadap kemanusiaan. CHRO merupakan organisasi yang mewakili minoritas etnis Chin di Myanmar.

"Seorang jaksa senior Timor Leste telah ditunjuk untuk menyelidiki berkas pidana yang diajukan oleh organisasi tersebut," ungkap pihak CHRO.

CHRO menjelaskan bahwa pengaduan ini didasarkan pada serangkaian pelanggaran berat yang dilakukan oleh militer. Kelompok ini mengklaim memiliki bukti kuat untuk menyeret junta ke meja hijau.

"Kasus terhadap junta mencakup bukti yang tidak terbantahkan mengenai pemerkosaan berkelompok, pembantaian sepuluh orang, pembunuhan pejabat agama, dan serangan udara di rumah sakit," menurut keterangan CHRO.

Pemerintah junta Myanmar memberikan respons keras terhadap langkah hukum tersebut melalui sebuah pernyataan resmi. Junta menilai langkah Dili merupakan sebuah bentuk provokasi diplomatik.

"Penunjukan jaksa oleh Timor Leste untuk menyelidiki kasus tersebut merupakan kekecewaan besar," tulis pernyataan resmi junta Myanmar.

Buntut dari kekecewaan tersebut, otoritas Myanmar segera mengambil tindakan tegas terhadap diplomat Timor Leste yang berada di sana. Kuasa usaha Timor Leste telah dipanggil oleh pihak junta pada hari Jumat pekan lalu.

"Kuasa usaha Timor Leste telah dipanggil pada hari Jumat dan diberikan waktu satu minggu untuk meninggalkan Myanmar," tambah pernyataan tersebut.

Ketegangan diplomatik ini pun menyeret dua negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ke dalam konflik terbuka. Timor Leste sendiri baru saja resmi bergabung menjadi anggota ke-11 blok tersebut pada Oktober 2025.

Junta Myanmar menuduh Timor Leste telah melanggar prinsip dasar organisasi regional tersebut. Mereka menilai tindakan Dili telah mencampuri urusan dalam negeri Myanmar.

"Timor Leste melanggar pasal-pasal Piagam ASEAN yang menekankan pentingnya menjunjung tinggi rasa hormat terhadap kedaulatan dan non-intervensi," tegas pihak junta.

Ini bukan pertama kalinya Myanmar mengusir diplomat dari Dili. Pada Agustus 2023, junta juga mengusir diplomat tinggi Timor Leste karena pertemuan pemerintahnya dengan administrasi bayangan yang dilarang, yang dibentuk setelah kudeta.

Analis sekaligus Wakil Direktur Riset dan Direktur Program Asia Tenggara di Lowy Institute, Susannah Patton, menilai langkah Timor Leste ini merupakan preseden yang tidak biasa di kawasan. Hal ini menunjukkan posisi unik Dili di dalam blok ASEAN.

"Sangat tidak biasa bagi anggota ASEAN untuk mengambil tindakan hukum seperti itu terhadap sesama anggota, yang menandakan bahwa Timor Leste tidak akan menyerah pada prinsip-prinsip tertentu yang membuatnya cukup unik di blok tersebut," kata Patton.

Patton juga mencatat adanya keretakan pandangan di internal ASEAN mengenai krisis Myanmar. Terutama setelah Myanmar melaksanakan pemilihan umum yang dianggap banyak pihak sebagai sebuah kepura-puraan.

"Secara lebih luas, ada ketidaksepakatan di antara anggota ASEAN tentang cara terlibat dengan Myanmar, terutama setelah pemilu palsu di Myanmar," tambahnya.

Menurut Patton, Timor Leste kini memosisikan diri sebagai anggota yang paling vokal dalam menuntut keadilan. Dili kini berada pada sisi paling tegas di antara anggota lainnya.

"Saya pikir tentu saja, Timor Leste sekarang akan mewakili salah satu ujung spektrum ekstrem tersebut, yang masih akan sangat mendorong akuntabilitas dan tindakan terhadap militer Myanmar," jelas Patton.

Meski demikian, Patton menilai langkah berani Timor Leste ini kemungkinan besar tidak akan mengubah arah kebijakan blok ASEAN secara keseluruhan. Ia memprediksi anggota lainnya akan tetap pada pendekatan diplomasi yang sudah ada.

"Saya tidak berpikir langkah Timor Leste akan secara fundamental mengubah pendekatan anggota ASEAN lainnya terhadap Myanmar," pungkas Patton.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |