7 Hasil Pertemuan Airlangga-Purbaya-Danantara Usai Bos OJK-BEI Mundur

6 hours ago 12
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa pejabat kementerian dan lembaga (K/L) menggelar pertemuan dan konferensi pers pada Sabtu (31/1) kemarin di Wisma Danantara, Jakarta. Pertemuan tersebut menyusul mundurnya empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI).

Beberapa yang hadir dalam pertemuan tersebut meliputi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan Roeslani, Ketua dan Wakil Ketua DK OJK yang baru ditunjuk Friderica Widyasari, Direktur KSEI Samsul Hidayat, hingga Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik. Berikut beberapa poin yang disampaikan dalam pertemuan tersebut:

Kondisi Makro Ekonomi

Dalam paparan ke awak media, pertama-tama Airlangga menyampaikan soal kondisi makro ekonomi Indonesia yang kuat dengan pertumbuhan 5,04% pada kuartal-III 2025. Airlangga mengatakan pertumbuhan pada kuartal-IV 2025 yang akan disampaikan pada 5 Februari 2026 akan lebih besar.

Sementara itu, tingkat inflasi per Desember 2025 sebesar 2,92%. Adapun tingkat inflasi Januari 2026 akan diumumkan dalam waktu dekat. Airlangga memastikan rentang inflasi akan sesuai dengan APBN sebesar 2,5%.

Tertibkan Saham Gorengan

Lebih Lanjut, Airlangga mengatakan pemerintah bergerak cepat untuk membuat kebijakan penting agar pasar modal Indonesia dinilai baik oleh para investor. Salah satunya adalah dengan menertibkan saham-saham gorengan yang dinilai manipulatif.

"Penertiban praktik spekulatif, pemerintah tidak mentolerir saham gorengan manipulatif (yang) merusak kredibilitas pasar modal," tegas Airlangga.

Demutualisasi BEI Tingkatkan Transparansi

Selain itu, berbagai upaya akan dijalankan pemerintah untuk menata kembali pasar modal Indonesia. Misalnya dengan demutualisasi atau proses perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimiliki oleh perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB), menjadi entitas berbentuk perusahaan yang dapat dimiliki oleh publik atau pihak lain. Ini sejalan dengan permintaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Dengan pasar modal demutualisasi bursa, dengan kenaikan free float ke publik, bursa menjadi transparan," sebutnya.

Airlangga menegaskan langkah ini diperlukan agar Pasar Modal RI kembali dipercaya investor. Dengan upaya ini, arus modal asing diharapkan akan kembali dan datang sehingga ujungnya pasar modal RI bisa berkontribusi menyumbang pertumbuhan ekonomi serta lapangan pekerjaan.

"Penyalahgunaan berpengaruh kepada kepercayaan modal asing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," jelasnya.

Instruksi Presiden Prabowo

Airlangga juga menyampaikan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, setelah beberapa petinggi OJK dan Dirut BEI mundur berbarengan.

"Bapak presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan, pengurus Otoritas Jasa Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa dengan normal dengan kepemimpinan transisi. Kemudian tidak ada kekosongan kepemimpinan dalam pengawasan keuangan maupun pasar modal," kata Airlangga.

Airlangga lantas mengutip pesan Prabowo untuk pasar modal Indonesia. Begini bunyinya:

Kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah tetap berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia.

Tidak Ada Kekosongan di OJK

Friderica yang baru diangkat sebagai Ketua dan Wakil Ketua DK OJK dalam pertemuan tersebut mengumumkan langsung pengangkatannya sesuai dengan UU Nomor 21 Tahun 2011 dan juga dikuatkan dengan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan Sektor Keuangan.

Dengan jabatan baru tersebut, Friderica juga tetap mengemban tugas sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.

Hasil rapat juga mengangkat Hasan Fawzi sebagai pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. Jabatan Hasan sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto juga tetap diembannya.

"Jadi tidak ada kekosongan yang bisa kami sampaikan dan kami memastikan bahwa seluruh kebijakan, program kerja, tugas, terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya dan kita tetap mengedepankan yang terbaik untuk kemajuan stabilitas di sektor jasa keuangan," kata Kiki.

Pjs Dirut BEI Diumumkan Senin

Sementara itu, sosok pejabat sementara Direktur Utama BEI baru akan diketahui pada Senin (2/2) besok. Purbaya mengatakan sudah ada sosok yang ditunjuk sebagai pjs dirut BEI menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri.

"Nanti sebentar, nggak lama, di Senin dijadikan," ujarnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, melalui mekanisme internal di BEI, juga sudah dilakukan rapat direksi untuk menunjuk penjabat dirut dan sudah disetujui oleh dewan komisaris.

"Untuk itu, kami memastikan operasional di BEI akan berjalan secara normal. Demikian juga proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan manajemen BEI tidak akan terganggu sama sekali," katanya.

Ramalan Purbaya soal IHSG Senin

Purbaya meminta publik tidak panik dengan dinamika terkini pasca pengunduran diri para petinggi OJK dan Dirut BEI. Menurut dia, sistemnya sudah cukup baik dan penggantian posisi petinggi dilakukan secara cepat.

"Itu berjalan dengan baik. Itu membuktikan sistemnya sudah cukup baik. Jadi nggak akan ada gangguan di bursa," kata Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan investor selalu melihat fundamental perekonomian Indonesia. Ia menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia baik dan akan terus diperbaiki.

"Akan membaik terus ke depan. Tahun ini mungkin ekonomi bisa tumbuh. Bisa saya dorong mendekati 6%," kata Purbaya saat ditanya soal kondisi IHSG pada Senin (2/2) besok.

"Keuntungan perusahaan listing juga bakal naik. Harusnya bakal naik. Anda nggak usah khawatir," ia menuturkan.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |