Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan penarikan kembali atau recall terhadap 7 trainset KRL iE305/CLI-225 produksi PT Industri Kereta Api (INKA). Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan masalah pada salah satu komponen yang berkaitan dengan keselamatan kereta.
Dirut KAI Bobby Rasyidin menjelaskan komponen bermasalah tersebut berada pada bagian rangka bawah kereta. Pemeriksaan menemukan adanya fraktur pada komponen tersebut.
"Yang kemarin ini kategorinya itu adalah yang berkaitan dengan no-go item. No-go item itu ada komponen di rangka bawahnya. Di rangka bawahnya memang ditemukan fraktur," ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/9/26).
Dalam klasifikasi komponen kereta, KAI membagi item menjadi tiga kategori, yakni no-go item yang berkaitan dengan keselamatan, major item yang dapat mengganggu operasional, serta minor item yang lebih berkaitan dengan kenyamanan.
Karena masuk kategori no-go item, KAI kemudian menelusuri sumber produksi komponen tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan komponen diproduksi di dalam negeri dan berasal dari batch produksi yang sama.
Sebanyak tujuh rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) seri iE305 produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ditarik dari operasional, untuk menjalani perawatan intensif melalui proses General Check Up (GCU) di Dipo kereta Depok, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Sebanyak tujuh rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) seri iE305 produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ditarik dari operasional, untuk menjalani perawatan intensif melalui proses General Check Up (GCU) di Dipo kereta Depok, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Ini produksi lokal, dalam negeri. Mungkin waktu itu yang dikejar itu kan TKDN, ya, local content. Ini sehingga kami melihat di mana lagi komponen ini yang diproduksi di batch yang sama. Nah, itu ketemu di 7 rangkaian unit," kata Bobby.
KAI kemudian memutuskan melakukan recall terhadap seluruh tujuh trainset yang memiliki komponen dari batch tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah keselamatan yang tersisa sebelum kereta kembali beroperasi. Dalam proses tersebut, KAI melakukan pengujian Non-Destructive Test atau NDT secara 100%. Pemeriksaan dilakukan setelah lapisan coating pada komponen dibongkar.
Komponen kemudian diberikan beban maksimum untuk memastikan tidak terdapat potensi fatigue atau kelelahan material yang dapat mengganggu keselamatan dan operasional kereta. Setelah pemeriksaan selesai, komponen diperbaiki atau diganti sesuai kebutuhan, kemudian dilakukan coating ulang sebelum dipasang kembali.
Dari tujuh trainset yang direcall, dua di antaranya telah dinyatakan tidak memiliki lagi persoalan kategori no-go item dan mulai kembali dioperasikan. Lima trainset lainnya akan diselesaikan secara bertahap hingga 9 Oktober 2026.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340905/original/042907900_1788529611-IMG_6511.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340290/original/025401600_1788499994-Raihan1.jpg)
