Airlangga dan Purbaya Buka Suara Soal Dampak Konflik AS-Venezuela ke RI

1 day ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti harga minyak dunia pasca penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, oleh pemerintahan AS. Namun, saat ini pemerintah masih melakukan monitor, dan belum melakukan tindakan antisipasi.

"Itu masih dimonitor karena yang utama berpengaruh pada harga minyak. Tapi harga minyak kalau satu dua hari ini tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi. Harga minyak relatif masih rendah sekitar US$ 63 per barel," kata Airlangga, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/12/2026).

Airlangga menjelaskan bahwa belum ada tindakan antisipasi dari pemerintah yang disiapkan terkait peristiwa ini. Begitu juga dengan adanya aset pemerintah Indonesia di Venezuela melalui anak usaha PT Pertamina International yakni Maurel & Prom (M&P).

"Kita kan belum melihat adanya perubahan," kata Airlangga

Diketahui Venezuela menjadi perhatian dunia setelah Presiden AS Donald Trump memberikan arahan untuk menggempur Kota Caracas dan menangkap Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026).

Pada kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa Venezuela tidak terlalu aktif terhadap pasar dunia, karena terbatas kapasitas produksinya.

Tapi dia memastikan bahwa, Indonesia harus memelihara kekuatan sendiri. Pasalnya menurutnya hukum di dunia saat ini cenderung aneh.

"hukum dunia agak aneh sekarang, kalau kita lihat negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat dan seperti bisa getaway (lari) bisa pengawasan PBB, jadi PBB-nya amat lemah sekarang," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/1/2026).

Namun menurutnya dampaknya kecil terhadap ekonomi Indonesia. Meski ada ketakutan harga minyak akan mengalami peningkatan di jangka pendek.

"Karena terlalu jauh dari kita, ketakutan harga minyak kan, mungkin di short run mereka pikir akan turun suplai, tapi AS sudah izinkan driling di Alaska, jadi gak pengaruh ke suplai. Dan ke depan kalau dijalankan peningkatan produksinya ya akan pasti bagus juga untuk harga minyak dan suplai minyak dunia," kata Purbaya.

Selain itu dia melihat juga anomali terlihat pada pasar saham Indonesia, yang merespons kejadian ini dengan tren pergerakan IHSG yang positif.

"Anda lihat pasar saham malah naik kana? jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya, tapi itu dilihat pasar," kata Purbaya.

(emy/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |