Jakarta, CNBC Indonesia - Aktris sekaligus pembuat film asal Amerika Serikat, Angelina Jolie, mengunjungi perlintasan Rafah di perbatasan Mesir dan Jalur Gaza pada Jumat (2/1/2026) waktu setempat. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza, menyusul keputusan Israel untuk menangguhkan operasional puluhan organisasi bantuan internasional.
Dalam pernyataan resmi dari perwakilannya, Jolie yang juga mantan utusan khusus Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyebut kunjungan itu sebagai bagian dari perjalanan kemanusiaannya ke Mesir. Ia meninjau langsung situasi di Rafah, salah satu jalur utama masuknya bantuan ke Jalur Gaza.
"Saya berbicara dengan lembaga-lembaga kemanusiaan yang bekerja keras melakukan yang terbaik untuk mengatasi berbagai pembatasan dan tantangan dalam menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan ke Gaza. Saya berjalan melewati sebuah gudang besar yang penuh dengan barang-barang yang ditolak masuk, sebagian besar berupa perlengkapan medis," ujar Jolie dilansir dari CNN.
Kunjungan tersebut berlangsung di tengah kebijakan Israel yang menyatakan akan menangguhkan operasional organisasi bantuan internasional yang belum memperbarui registrasi. Aturan tersebut mencakup kewajiban bagi organisasi yang bekerja di Gaza untuk menyerahkan data pribadi staf mereka. Sejumlah lembaga bantuan telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran, terutama terkait risiko keselamatan para pekerja kemanusiaan.
Langkah Israel ini mendapat sorotan luas dari komunitas internasional. Sepuluh negara sebelumnya memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza kembali mengalami "kemerosotan" dan kondisi di wilayah tersebut masih berada pada tingkat yang "katastropik".
Israel beralasan kebijakan itu diperlukan untuk mencegah Hamas menyalahgunakan bantuan internasional, klaim yang dibantah oleh PBB dan berbagai organisasi kemanusiaan. Tinjauan pemerintah Amerika Serikat awal tahun ini juga menyatakan tidak ditemukan bukti adanya pencurian bantuan secara luas oleh Hamas.
Di saat yang sama, Gaza menghadapi musim dingin yang keras. Hujan deras dan suhu yang terus menurun memperburuk kondisi kehidupan warga di wilayah yang sebagian besar infrastrukturnya telah hancur. Kantor Media Pemerintah Gaza yang dikelola Hamas melaporkan sedikitnya 20 orang tewas akibat rumah dan bangunan runtuh saat warga berupaya mencari perlindungan dari cuaca ekstrem. Banyak tenda darurat yang rusak dan terendam air akibat angin kencang dan hujan lebat.
Selama kunjungannya, Jolie bertemu dengan pekerja bantuan dari Bulan Sabit Merah Mesir serta organisasi lokal lainnya untuk membahas upaya penyaluran bantuan tambahan ke Gaza. Ia menegaskan pentingnya akses kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan.
"Apa yang perlu dilakukan sudah jelas: gencatan senjata harus tetap berlaku, dan akses harus dijaga, aman, serta segera diperluas agar bantuan, bahan bakar, dan pasokan medis penting dapat bergerak cepat dan konsisten sesuai dengan kebutuhan," kata Jolie.
"Perlengkapan musim dingin dan peralatan medis penting harus segera masuk tanpa penundaan. Setiap hari gangguan berarti hilangnya nyawa," lanjutnya.
Selain meninjau perlintasan Rafah, Jolie juga dijadwalkan bertemu dengan keluarga pengungsi Palestina dan Sudan yang berada di Mesir. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang terus bekerja di tengah keterbatasan untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
New
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)







