AS Sebar Isu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Terluka dan Cacat

22 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei terluka dan mengalami cacat di wajah.

Hegseth menyebut Mojtaba mengalami luka, sehingga mempertanyakan kemampuannya memimpin Iran setelah resmi dipilih jadi pemimpin baru.

Pesan perdana Mojtaba Khamenei muncul dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh seorang presenter di televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3/2026).

Dalam pernyataan tersebut, Mojtaba menegaskan bakal terus "menjaga" Selat Hormuz tetap tertutup, dan menyerukan negara-negara tetangga di kawasan menutup pangkalan AS di wilayah mereka atau berisiko menjadi sasaran Iran.

"Kita tahu bahwa pemimpin yang disebut-sebut itu sedang terluka dan kemungkinan mengalami cacat wajah," kata Hegseth, seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/3/2026)

"Dia mengeluarkan pernyataan kemarin. Pernyataan yang lemah, sebenarnya, tetapi tidak ada suara dan tidak ada video. Itu adalah pernyataan tertulis," imbuhnya.

Hegseth juga menyebut, Mojtaba Khamenei tak punya legitimasi.

"Iran memiliki banyak kamera dan banyak perekam suara. Mengapa pernyataan tertulis? Saya pikir Anda tahu alasannya. Ayahnya meninggal. Dia takut, dia terluka, dia buron, dan tidak memiliki legitimasi," kata dia.

Secara terpisah, seorang pejabat Iran mengatakan pemimpin tertinggi yang baru diangkat itu mengalami luka ringan, namun "terus beroperasi".

Dalam pesan perdananya pada Kamis (12/3), Mojtaba menegaskan Iran bakal terus menutup Selat Hormuz di tengah perang.

Dia juga mengatakan Iran bakal terus menggempur pangkalan AS di Timur Tengah, namun sambil menjaga persahabatan dengan negara-negara Arab.

"Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh-musuh Iran," kata Mojtaba.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |