Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
05 January 2026 09:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan terhadap mata uang bolivar Venezuela (VES) semakin memuncak setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela pada Sabut (3/1/2025), yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Peristiwa tersebut memicu lonjakan ketidakpastian politik dan meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi Venezuela, sekaligus memperburuk sentimen pasar terhadap mata uangnya, bolivar Venezuela (VES).
Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan terakhir, Jumat (2/1/2025) atau sebelum serangan militer AS ke Venezuela, mata uang bolivar Venezuela terpantau mengalami koreksi sebesar 1,10% atau melemah ke posisi VES 303,91/US$.
Secara tren besarnya, mata uang Venezuela ini telah mengalami tekanan bahkan di sepanjang tahun 2025 lalu, bolivar Venezuela tercatat sebagai mata uang yang paling tertekan di dunia.
Di awal 2025, nilai tukar bolivar berada di level VES 51,89/US$, namun hingga akhir 2025 melemah tajam ke posisi VES 300,62/US$. Secara kumulatif, bolivar ambles hingga 479,26% sepanjang 2025.
Pelemahan bolivar sepanjang 2025 tidak lepas dari kondisi ekonomi Venezuela yang masih dibayangi tekanan struktural dan ketidakpastian politik.
Sejumlah analis menilai perekonomian Venezuela belum sepenuhnya pulih akibat kontraksi output yang berkepanjangan, lemahnya investasi, inflasi tinggi, serta kesenjangan besar antara kurs resmi dan pasar paralel yang terus menekan stabilitas nilai tukar.
Di saat yang sama, ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat dan risiko sanksi tambahan terhadap sektor minyak, sektor yang menjadi sumber utama devisa negara ikut memperburuk sentimen pasar. Kombinasi faktor tersebut membuat bolivar terdepresiasi di sepanjang 2025.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165907/original/040062200_1742202626-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5342106/original/027230600_1757384899-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-20.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5012276/original/055492600_1732021216-20241119AA_Indonesia_Vs_Arab_Saudi-15_2.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335986/original/018612600_1756812018-Sudi_Abdallah__1_.jpeg)