Bak Bom Atom, Potret Hujan Bom Israel Picu Gempa di Negara Arab Ini

5 hours ago 1

Israel menghancurkan jaringan bawah tanah Hizbullah sepanjang lebih dari 2 km di Lebanon selatan yang disebut menyimpan roket, rudal, drone, dan bahan peledak.

Militer Israel menghancurkan infrastruktur bawah tanah Hizbullah di punggung bukit Ali al-Taher, Lebanon selatan, Kamis (10/9/2026). (Tangkapan Layar Video Reuters/ISRAELI ARMY)

Israel melancarkan serangan besar terhadap kompleks militer bawah tanah milik Hizbullah di bawah Bukit Ali al-Taher, Lebanon Selatan. Serangan tersebut menggunakan lebih dari 1.100 ton bahan peledak dan memicu aktivitas seismik yang tercatat berkekuatan magnitudo 4,1. (Tangkapan Layar Video Reuters/ISRAELI ARMY)

Militer Israel menghancurkan infrastruktur bawah tanah Hizbullah di punggung bukit Ali al-Taher, Lebanon selatan, Kamis (10/9/2026).

Mengutip Military Watch, Jumat (11/9/2026), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 10 September menyatakan telah menghancurkan jaringan bawah tanah sepanjang sekitar dua kilometer di bawah bukit strategis tersebut. Israel menyebut kompleks itu merupakan milik unit Badr Hizbullah. (Tangkapan Layar Video Reuters/ISRAELI ARMY)

Ledakan yang menurut kantor perdana menteri Israel merupakan infrastruktur bawah tanah Hizbullah di punggung bukit Ali al-Taher—di lokasi yang disebut sebagai Nabatieh, Lebanon—terlihat dalam cuplikan video yang dirilis pada 10 September 2026 ini.

Menurut IDF, kompleks tersebut mencakup fasilitas komando, penyimpanan senjata, serta tempat tinggal yang memungkinkan para pejuang bertahan di bawah tanah dalam waktu lama. Jaringan itu juga dilaporkan menyimpan roket, drone, dan berbagai perangkat bahan peledak. (ISRAELI ARMY/Handout via REUTERS)

Militer Israel menghancurkan infrastruktur bawah tanah Hizbullah di punggung bukit Ali al-Taher, Lebanon selatan, Kamis (10/9/2026).

Skala serangan tersebut turut terdeteksi oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), yang dilaporkan mencatat peristiwa itu hingga kedalaman sekitar 10 kilometer. Selama lebih dari dua dekade, Hizbullah diketahui membangun jaringan benteng bawah tanah yang dirancang untuk mendukung perang asimetris dan menghadapi pasukan Israel di Lebanon Selatan. (Tangkapan Layar Video Reuters/ISRAELI ARMY)

Ledakan yang menurut kantor perdana menteri Israel merupakan infrastruktur bawah tanah Hizbullah di punggung bukit Ali al-Taher—di lokasi yang disebut sebagai Nabatieh, Lebanon—terlihat dalam cuplikan video yang dirilis pada 10 September 2026 ini.

Serangan tersebut menuai kritik karena dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan struktural di sekitar lokasi. Namun, Israel menyebut serangan udara berskala besar menjadi pilihan untuk menghancurkan benteng bawah tanah Hizbullah sekaligus menghindari risiko korban jiwa dalam pertempuran darat langsung. (ISRAELI ARMY/Handout via REUTERS)

Read Entire Article
| | | |