Gunakan Desil untuk Bansos, Pemerintah Bisa Hemat Rp17,9 Triliun!

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah bisa menghemat subsidi bantuan sosial sebesar Rp 14,4 triliun hingga Rp 17,9 triliun dari penggunaan desil untuk menentukan target penerima bantuan sosial.

Dalam paparannya, Tenaga Ahli Kementerian Sosial Andy Kurniawan menjelaskan, menurut penelusuran data Dewan Ekonomi Nasional, ada 45% dari total anggaran subsidi bantuan sosial tidak tepat sasaran, sisanya 55% tepat sasaran.

Adapun, total anggaran subsidi bantuan sosial di Kementerian Sosial mencapai Rp 78 triliun pada 2025.

Menurutnya, temuan tersebut didapatkan setelah pemerintah terbuka soal data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Itu sebenarnya terjadi bukan karena tidak terbuka data. Justru karena pemerintah terbuka," paparnya di Politeknika Statistik STIS, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

"Dari sini saja kita bisa simpulkan, bayangin kalau kita enggak punya desil, bisa enggak dapat angka 45% tidak akurat? Maka inilah yang kemudian penting untuk bisa mengkoreksi ketidaktepatan sasaran itu," sambungnya.

Andy mengatakan bahwa penyaluran bantuan sosial di Indonesia harus tepat sasaran penerima. Hal tersebut karena dalam penyaluran bantuan sosial, pemerintah menggunakan pendekatan targeted dalam memberikan perlindungan sosial.

Pendekatan ketepatsasaran atau targeted dalam menyalurkan bantuan sosial, kata Andy, memiliki konsekuensi pemilihan orang yang layak menerima bantuan tersebut atau tidak secara akurat.

"Kalau targeted, tantangannya adalah kita mining datanya harus kuat. Datanya harus akurat. Ada rankingnya, karena targeted menuntut pemerintah untuk memilih," ujarnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |