Achmad Aris, CNBC Indonesia
02 January 2026 13:50
Key Takeaway
- Kelebihan kapasitas modal di pasar reasuransi berhasil menekan tarif renewal 1 Januari 2026
- RoE perusahaan reasuransi pada 2025 diprediksi berada di level 17%
- Nilai modal reasuransi global pada 2025 diramal menyentuh angka US$660 miliar
Jakarta, CNBC Indonesia - Kelebihan kapasitas modal di pasar reasuransi berhasil menekan tarif reasuransi saat masa renewal polis pada 1 Januari 2026. Hal ini mempercepat fase softening market dari masa-masa hardening market yang cukup membebani industri asuransi.
Perusahaan pialang asuransi global Guy Carpenter mencatat tarif premi bencana properti mengalami penurunan dua digit dalam masa renewal 1 Januari 2026 akibat peningkatan minat investor terhadap sekuritas terkait asuransi (insurance-linked securities).
Dikutip dari Artemis, Jumat (2/1/2026), Guy Carpenter menerangkan bahwa peningkatan modal reasuransi mendorong pelunasan yang dipercepat, dengan penurunan tarif yang dicapai di banyak lini bisnis untuk klien yang mengalihkan risiko.
Guy Carpenter memprediksi tingkat return on equity (RoE) perusahaan reasuransi pada 2025 akan berada di level 17% yang mendorong kenaikan modal reasuransi hingga 9% pada akhir 2025. Broker asuransi global ini memperkirakan nilai modal reasuransi bakal menyentuh angka US$660 miliar.
Dean Klisura, Presiden dan Kepala Eksekutif Guy Carpenter, mengatakan peningkatan modal reasuransi ini mencerminkan beberapa kekuatan yang bergerak ke arah yang sama. Keuntungan dari underwriting dan laba ditahan dinilai turut membantu pemupukan modal tersebut.
Besarnya nilai klaim asuransi bencana global yang diperkirakan mencapai US$121 miliar pada 2025 dinilai tidak akan signifikan mempengaruhi permodalan perusahaan reasuransi. Pasalnya, nilai kerugian bencana global tersebut masih sekitar 18% di bawah rata-rata kerugian yang dicatatkan dalam 5 tahun terakhir.
Dalam masa renewal treaty 1 Januari 2026, perusahaan asuransi mendapat manfaat dari pengurangan tarif yang disesuaikan dengan risiko dan juga mendorong perbaikan persyaratan pembagian risiko melalui pertanggungan agregat dan kuota pembagian bencana. Di sisi lain, pasar insurance-linked securities (ILS) mengalami kenaikan minat investor yang berkontribusi pada kondisi softening market lini properti.
"Terlepas dari ketegangan perdagangan global dan peningkatan pengawasan regulasi, perusahaan reasuransi telah meningkatkan modal mereka sebagian besar karena laba ditahan yang kuat."
Hal ini, sambung Dean Klisura, memungkinkan perusahaan reasuransi untuk mendapatkan keuntungan dari harga yang lebih rendah dan berbagai solusi inovatif yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan mereka yang berkembang pesat.
Kabar baik dari hasil renewal treaty 1 Januari 2026 ini tentu memberikan harapan bahwa industri asuransi global pada 2026 bisa bertumbuh lebih baik dan efisien karena dukungan kapasitas melimpah dari industri reasuransi.
(ach/ach)































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339916/original/010495200_1757135510-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-108.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)






