Jakarta, CNBC Indonesia - World Bank atau Bank Dunia menilai Indonesia memerlukan investasi asing langsung yang masif guna mencapai tujuan menjadi negara maju. Namun, upaya mengenjot investasi ini terbentur antara rasa nasionalisme dan kontrol keuangan yang ketat.
Lead Country Economist World Bank untuk Indonesia dan Timor Leste David Knight menilai ada benturan antara dana asing yang ingin mengendalikan semua dan pemerintah yang mempertahankan kepemilikannya. Kondisi ini, menurut Bank Dunia, menjadi penghambat dalam pertumbuhan investasi Indonesia.
David pun mencontohkan dua perusahaan di Indonesia yang mengalami benturan dalam investasi ini. Dua perusahaan tersebut adalah Telkomsel dan PT Freeport Indonesia. Menurutnya, dua perusahaan ini mengontrol ketat kendali keuangan, sambil membatasi kemitraan asing. Ini dinilai mengurangi daya tarik perusahaan dari kaca mata investor asing.
"Jika saya memikirkan Telkomsel dan Freeport, dua contoh hebat perusahaan kelas dunia di sini, dan apa yang telah mereka lakukan adalah mereka mampu mempertahankan entitas Indonesia yang memiliki kendali keuangan, tetapi mereka tetap membatasi kendali operasional dengan mitra asing," kata David, dalam IES 2026, yang diadakan di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Namun, David menilai permasalahan ini telah menemukan jalan keluarnya melalui hadirnya Danantara. "Nah, itu tidak selalu berhasil, itulah sebabnya saya sebenarnya cukup bersemangat tentang Danantara," kata David.
Dia melihat Danantara sebagai meskin penarik investasi. Seperti diketahui, investor asing kerap melihat pelaku domestik di Indonesia terlalu waspada terhadap perusahaan besar yang ingin masuk dan jelas mereka merasa dirugikan secara skala.
Namun, dengan adanya Danantara, mereka bisa menjadi penyeimbang.
"Penyeimbang yang memiliki koneksi yang baik, dan demikian pula, pemerintah dapat memiliki kendaraan tersebut untuk menarik investasi asing karena jelas kedua entitas tersebut memiliki kepentingan yang kuat untuk berhasil," ujarnya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372801/original/040806000_1759769523-1000224866.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)