Breaking News! Rupiah Melemah, Dolar AS Naik Jadi Rp16.890

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (12/3/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan dengan pelemahan sebesar 0,15% ke level Rp16.890/US$. Pergerakan ini melanjutkan tren pelemahan rupiah setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya, Rabu (11/3/2026), rupiah ditutup melemah 0,06% di posisi Rp16.865/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,11% ke level 99,340. Penguatan ini melanjutkan kenaikan pada perdagangan sebelumnya, saat DXY ditutup naik 0,41% ke posisi 99,231.

Pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis ini diperkirakan masih akan dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

Dari eksternal, penguatan indeks dolar AS membuat ruang penguatan mata uang lain, termasuk rupiah, menjadi semakin terbatas. Kenaikan DXY mencerminkan bahwa pelaku pasar kembali memburu dolar AS di tengah tingginya ketidakpastian global.

Sentimen pasar global juga dipengaruhi data inflasi AS Februari yang masih sesuai perkiraan. Meski demikian, perhatian investor saat ini lebih banyak tertuju pada pergerakan harga minyak dan potensi dampak jangka panjang perang AS-Israel melawan Iran terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Pelaku pasar masih berada dalam posisi waspada karena konflik di Timur Tengah berisiko mengganggu perdagangan energi dunia dan memicu lonjakan harga. Risiko tersebut kini menjadi perhatian besar para pemimpin dunia.

Dari dalam negeri, pasar juga akan mencermati perkembangan di sektor keuangan setelah Komisi XI DPR RI menyetujui lima nama calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keputusan tersebut diambil setelah proses fit and proper test yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026).

Nama-nama yang disetujui yakni Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua, Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua, Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Inovasi Teknologi dan Kripto, serta Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Kelima nama tersebut dijadwalkan untuk ditetapkan secara resmi dalam Rapat Paripurna DPR pada 12 Maret 2026.

(evw/evw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |