BRI Super League: Tandang ke Markas Bhayangkara FC, Skuad PSIM Pincang

7 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta dihadapkan pada tantangan sulit saat tandang ke markas Bhayangkara FC dalam pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Selain dibayangi tren negatif, Laskar Mataram juga kehilangan sejumlah pemain penting.

Duel yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (17/4/2026) sore WIB itu, jadi momentum krusial bagi PSIM untuk bangkit. Apalagi, mereka gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel mengakui kondisi timnya tidak ideal jelang laga ini. Meski begitu, arsitek asal Belanda tersebut tetap melihat kerja keras para pemain sebagai modal penting untuk menghadapi tekanan.

"Kondisinya baik, mereka bekerja keras. Namun, kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan terkena suspensi sehingga persiapannya sedikit lebih rumit," ujar Van Gastel pada Selasa (14/4/2026).

"Tetapi para pemain yang ada di lapangan bekerja keras dan menunjukkan semangat yang baik," lanjutnya.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, mengapresiasi performa tim namun tetap menegaskan perlunya evaluasi untuk menghadapi laga berikutnya melawan Malaysia, setelah para pemain mampu tampil dominan dan menjaga fokus sepanjang pertand...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Banyak Pilar Absen

Laskar Mataram dipastikan tidak akan diperkuat sejumlah pilar andalan dalam pertandingan ini. Duo bek asing, Yusaku Yamadera dan Franco Ramos, harus absen akibat akumulasi kartu kuning.

Jean-Paul van Gastel juga mengonfirmasi absennya beberapa pemain lain karena cedera. Rakhmatsho Rakhmatzoda tidak bisa tampil, sementara kondisi Riyatno Abiyoso masih menunggu pemeriksaan tim medis.

"Rakhmatsho tidak akan bermain. Untuk Abiyoso, saya belum tahu, saya harus berbicara dengan dokter," jelas pelatih berusia 53 tahun tersebut.

Di sisi lain, winger asal Belanda Anton Fase juga belum bisa dimainkan. Pemain berusia 26 tahun tersebut sudah menepi sejak Desember tahun lalu karena menderita cedera engkel.

Soroti Banyaknya Kartu

Dalam laga terakhir kontra PSM Makassar, PSIM menerima enam kartu kuning. Menurut Jean-Paul van Gastel, situasi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan permainan tim.

"Saya sudah katakan sebelumnya bahwa saya tidak akan pernah mengomentari wasit," kata mantan asisten pelatih Besiktas tersebut.

Juru taktik berlisensi UEFA Pro itu menyebut banyaknya kartu kuning sebagai hal yang cukup umum terjadi di kompetisi Indonesia.

"Namun, jika Anda melihat enam kartu kuning dalam satu pertandingan, berarti ada sesuatu yang salah tapi itu bukan pada tim saya. Di Indonesia itu adalah hal yang biasa terjadi," imbuh dia.

Fokus ke Tim Sendiri

Terlepas dari segala kendala, Van Gastel menegaskan timnya tetap fokus pada permainan sendiri saat bersua Bhayangkara FC. Ia tidak ingin anak asuhnya terpengaruh oleh situasi di luar lapangan.

"Seperti biasa kami fokus pada permainan kami sendiri. Itulah yang kami lakukan di setiap pertandingan," ujarnya.

Pada pertemuan pertama musim ini, Laskar Mataram sukses menang tipis 1-0 lewat gol Rakhmatsho Rakhmatzoda. Namun, situasi kini berbeda. Bhayangkara FC tampil lebih solid dan menghuni papan atas klasemen.

PSIM saat ini berada di posisi kesembilan klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 38 poin, sedangkan Bhayangkara FC menempati peringkat kelima dengan torehan 44 angka.

Read Entire Article
| | | |