Bullion Bank RI Sudah Kumpulkan 153 Ton Emas dalam Setahun

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengungkapkan bullion bank atau bank emas nasional telah mengumpulkan sekitar 153 ton emas sejak diluncurkan pada Februari 2025.

Menurut Ferry, akumulasi tersebut berasal dari layanan yang dijalankan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Sejak 20 Februari 2025 kami sudah mengakumulasi total emas, baik di Pegadaian maupun Bank Syariah Indonesia, sekitar 153 ton. Ini satu hal yang juga terus akan kami kembangkan," kata Ferry dalam Risk and Governance Summit 2026 di Jakarta, dikutip Kamis (16/7/2026).

Ferry menegaskan bullion bank menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Selain ekosistem emas batangan nasional (national bullion ecosystem), Ferry mengungkapkan pemerintah juga melakukan sejumlah reformasi sektor keuangan untuk menjaga kepercayaan investor, mulai dari penguatan tata kelola pasar keuangan, peningkatan transparansi, hingga pendalaman pasar keuangan domestik.

Reformasi sektor keuangan juga terus dipercepat melalui pengembangan Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transactions), digitalisasi layanan keuangan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta penguatan pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.

Di sektor riil, Pemerintah terus memperkuat tata kelola sumber daya alam melalui revisi kebijakan devisa hasil ekspor guna meningkatkan transparansi dan memastikan nilai tambah yang lebih optimal bagi perekonomian nasional.

Ke depan, dia memastikan mesin-mesin pertumbuhan baru akan semakin didorong oleh transformasi digital, ekonomi hijau, dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Selain itu, Indonesia juga terus memperkuat kerja sama ekonomi internasional seperti OECD, BRICS, ASEAN, IPEF, serta berbagai forum global lainnya.

"Oleh karena itu, tata kelola yang kuat penting untuk membuka peluang investasi dan mengubah transformasi digital serta ekonomi hijau menjadi mesin pertumbuhan baru," ujarnya.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |