Bursa Asia Dibuka Beragam, Korea Selatan Memimpin!

2 hours ago 2

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

16 January 2026 11:03

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan bursa saham Asia Pasifik pada Jumat (16/1/2026) terpantau beragam, dengan sentimen global masih ditopang optimisme sektor AI dan semikonduktor, meski di beberapa pasar mulai muncul sikap hati-hati menjelang agenda kebijakan bank sentral dan rilis data ekonomi penting.

Di China mainland, pergerakan indeks cenderung sideways. Shanghai Composite terkoreksi tipis 0,1% ke kisaran 4.110, sementara Shenzhen Component naik 0,1% ke 12.320. Minimnya katalis baru membuat investor belum berani mengambil posisi agresif.

Meski demikian, indeks masih bertahan dekat level tertinggi multi-tahun berkat optimisme terhadap perkembangan AI serta ekspektasi tambahan stimulus kebijakan pada 2026.

Volume transaksi di bursa mainland tetap tinggi, mencerminkan partisipasi investor yang masih solid. Tekanan terlihat pada sejumlah saham teknologi, sementara saham energi dan semikonduktor masih menopang pasar.

Merambat ke Hong Kong, di mana Hang Seng Index menguat tipis ke 26.944 dan mencoba membalikkan pelemahan sesi sebelumnya. Optimisme muncul setelah otoritas moneter China memberi sinyal masih ada ruang pelonggaran kebijakan untuk mendukung pertumbuhan.

Secara mingguan, Hang Seng berpeluang mencatat kenaikan sekitar 2,5%, meski ruang penguatan tertahan oleh kehati-hatian menjelang rilis data PDB kuartal IV China dan data aktivitas ekonomi Desember pekan depan. Saham sektor industri dan teknologi menjadi penopang utama indeks.

Sementara itu, Korea Selatan kembali mencuri perhatian. Indeks KOSPI melonjak 0,94% ke sekitar 4.841, mencetak rekor baru dan memperpanjang reli menjadi lima sesi beruntun.

Sentimen positif datang dari penguatan Wall Street dan kinerja solid sektor semikonduktor global, yang memperkuat keyakinan akan keberlanjutan permintaan chip dan infrastruktur AI. Saham-saham besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix memimpin penguatan, meski sebagian saham teknologi internet justru terkoreksi.

Dari Asia Timur, pasar beralih ke Australia, di mana indeks S&P/ASX 200 naik 0,2% ke 8.875, memperpanjang reli menjadi lima hari berturut-turut dan mendekati level tertinggi sejak November 2025.

Penguatan ditopang saham keuangan dan pertambangan berkapitalisasi besar. Saham bank besar seperti CBA, Westpac, NAB, dan ANZ mencatat kenaikan, sementara saham tambang turut menguat setelah adanya kesepakatan pengembangan proyek bijih besi skala besar di Pilbara.

Sebaliknya, sektor energi tertinggal seiring tekanan harga minyak, sehingga membatasi laju indeks. Secara mingguan, ASX 200 berpeluang mencatat kenaikan tajam.

Berbeda dengan Australia, Jepang justru bergerak di zona merah. Indeks Nikkei 225 turun 0,4% ke bawah 54.000, sementara Topix melemah 0,2% ke 3.660, melanjutkan koreksi dari sesi sebelumnya. Investor cenderung menahan diri menjelang rapat kebijakan Bank of Japan pekan depan, di tengah ketidakpastian arah suku bunga dan dinamika politik domestik. Saham-saham berorientasi ekspor dan teknologi menjadi pemberat indeks, termasuk Tokyo Electron, Sony Group, dan Hitachi.

Di kawasan Asia Tenggara, Singapura bergerak relatif stabil. Straits Times Index (STI) menguat tipis 0,09% ke 4.837,50, dengan mayoritas saham bergerak positif. Saham perbankan tampil variatif, sementara indeks sektoral dan pasar derivatif menunjukkan kondisi perdagangan yang cenderung tenang di awal sesi.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
| | | |