China Akhirnya Menyerah, Sudah Pasrah Diserbu Amerika

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - China dilaporkan mulai mengizinkan masuknya sejumlah kecil chip AI paling andal buatan Nvidia, H200, ke negaranya. Langkah ini menjadi angin segar bagi raksasa teknologi China di tengah ketatnya restriksi perdagangan teknologi dari Amerika Serikat (AS).

Chip H200 merupakan salah satu chip AI paling unggul buatan Nvidia, meskipun bukan yang tercanggih. Pemerintahan Trump sudah membuka pintu ekspor chip H200 ke China sejak akhir 2025 lalu. Namun, selama berbulan-bulan, pemerintahan Xi Jinping masih 'jual mahal' dan belum membuka izin formal untuk masuknya chip H200 ke negaranya. 

Hingga saat ini, Xi Jinping juga belum membuat pengumuman publik soal izin untuk mengimpor chip H200 tersebut. 

Kendati demikian, berdasarkan laporan Financial Times yang dikutip dari Reuters, Rabu (19/8/2026), dua raksasa teknologi China, ByteDance dan Tencent, masing-masing telah menerima sekitar 10.000 prosesor H200 dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah perusahaan teknologi China lainnya juga diperkirakan bakal menyusul untuk mengamankan pengiriman serupa dalam waktu dekat.

Sebelumnya, kendati pemerintah AS telah memberikan izin bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk memboyong hingga 100.000 chip H200 per perusahaan, Beijing justru memberlakukan pembatasan internal.

Otoritas China meminta agar perangkat keras berteknologi tinggi tersebut tetap berada di luar wilayah daratan China demi mendorong serta melindungi pertumbuhan industri produsen chip domestik.

Sebagai kompromi, regulator China mengarahkan perusahaan-perusahaan terkait untuk mengalihkan pengiriman prosesor tersebut ke Hong Kong. Wilayah yang beroperasi di luar pabean China daratan ini diizinkan menjadi basis operasional pemanfaatan chip tersebut.

Laporan ini menguatkan pernyataan pejabat tinggi AS bulan lalu di hadapan Kongres, yang mengonfirmasi bahwa sejumlah kecil chip Nvidia H200 memang telah mulai dikirimkan ke China.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Nvidia belum memberikan respons resmi terkait permintaan tanggapan dari Reuters. Pihak Reuters juga belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |