Jakarta, CNBC Indonesia — China kini termasuk di antara banyak negara Asia yang berjuang dengan rendahnya angka kelahiran. Padahal negara ini dulunya dikenal sebagai wilayah terpadat di dunia.
Dalam upaya menggandakan angka kelahiran per wanita yang saat ini 1,0 anak, Beijing menerapkan pajak atas kondom, pil KB, dan alat kontrasepsi lainnya.
Langkah ini diambil setelah tahun lalu China mengalokasikan 90 miliar yuan (US$12,7 miliar) untuk program perawatan anak nasional yang memberikan pembayaran satu kali sekitar 3.600 yuan (lebih dari US$500) kepada keluarga untuk setiap anak berusia tiga tahun atau kurang.
Sayangnya, pajak 13% tersebut dinilai tak sebanding dengan biaya rata-rata membesarkan anak di Tiongkok yang diperkirakan sekitar 538.000 yuan atau lebih dari US$77.000 hingga usia 18 tahun.
Di sisi lain, satu bungkus kondom seharga sekitar 50 yuan (sekitar $7) dan persediaan pil KB selama sebulan rata-rata sekitar 130 yuan ($19). Pajak baru ini sama sekali bukan pengeluaran besar, hanya menambah beberapa dolar per bulan.
Seorang ayah berusia 36 tahun mengaku tak pernah khawatir dengan kenaikan harga alat kontrasepsi tersebut.
"Sekotak kondom mungkin harganya bertambah 5 yuan, mungkin 10 yuan, paling banyak 20 yuan. Selama setahun, itu hanya beberapa ratus yuan, sangat terjangkau," katanya dikutip dari The Conversation, Sabtu (7/2/2026).
China adalah salah satu dari banyak negara yang mengadopsi kebijakan pro natalis untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran. Namun, kebijakan tersebut jarang efektif.
Meski dalam sejarahnya beberapa program di China dalam menurunkan angka kelahiran berjalan sukses, keberhasilan tersebut dibantu oleh perubahan sosial yang lebih luas. Kebijakan-kebijakan itu diberlakukan saat China sedang modernisasi dan bergerak menuju masyarakat industri dan urban.
Sementara saat ini, kebijakan yang bertujuan meningkatkan angka kelahiran menghadapi hambatan sosial. Modernisasi menghasilkan peluang pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik bagi perempuan. Ini menjadi faktor yang mendorong banyak perempuan menunda memiliki anak.
Faktanya, sebagian besar penurunan angka kelahiran di China, terutama sejak tahun 1990-an, bersifat sukarela atau lebih merupakan hasil modernisasi daripada kebijakan pengendalian kelahiran. Pasangan di sana memiliki lebih sedikit anak karena biaya hidup dan biaya pendidikan yang lebih tinggi.
Selain itu, China adalah salah satu negara termahal di dunia untuk membesarkan anak, jika dibandingkan dengan pendapatan rata-rata. Biaya sekolah di semua tingkatan lebih tinggi daripada di banyak negara lain.
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah apa yang oleh para ahli demografi disebut sebagai "perangkap kesuburan rendah." Hipotesis ini, yang dikemukakan oleh para ahli demografi pada tahun 2000-an, menyatakan bahwa begitu tingkat kesuburan suatu negara turun di bawah 1,5 atau 1,4, akan sulit untuk meningkatkannya sebesar 0,3 atau lebih.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)


