Susi Setiawati, CNBC Indonesia
06 February 2026 08:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Berawal sebagai distributor barang konsumsi, PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) kini menjelma menjadi penyedia transportasi dan logistik nasional.
Berdasarkan riset Mirae Asset Sekuritas yang diterbitkan Rabu (4/2/2026), saham GTRA diberikan rating BUY dengan target mencapai harga Rp550 per lembar, dengan potensial upside hingga 58% dari harga Rp348 per lembar.
Adapun harga saham GTRA sampai penutupan kemarin Kamis (5/2/2026) masih berada di Rp350 per saham.
Ada beberapa alasan yang membuat valuasi itu masuk akal dengan prospek pertumbuhan bisnis dan laba GTRA.
Berdiri pada 2004 sebagai distributor barang konsumsi, perusahaan ini kini berkembang menjadi penyedia jasa transportasi dan logistik berskala nasional.
Saat ini, GTRA melayani lebih dari 50 perusahaan besar dari berbagai sektor, mulai dari FMCG, e-commerce, hingga jasa kurir. Operasionalnya ditopang oleh lebih dari 1.000 armada dengan tingkat pemakaian sekitar 90%, serta jaringan workshop di sejumlah kota besar seperti Deltamas, Tangerang, Bogor, dan Surabaya.
Transformasi ini membuat GTRA semakin terhubung dengan denyut nadi ekonomi digital, khususnya lonjakan pengiriman barang akibat belanja online yang terus meningkat.
Pengiriman Ramai, Pertumbuhan 2025 Moncer
Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, kinerja GTRA melesat signifikan. Pendapatan perusahaan mencapai Rp455 miliar, tumbuh 42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih pun ikut melonjak menjadi Rp45 miliar, atau naik sekitar 60% secara tahunan.
Mayoritas pemasukan, sekitar 92%, datang dari bisnis angkutan darat. Artinya, aktivitas pengiriman barang menjadi mesin utama pertumbuhan perusahaan.
Meski sempat ada tekanan margin karena tingginya permintaan membuat perusahaan harus menyewa tambahan kendaraan, secara keseluruhan kinerja masih tergolong sehat.
Manajemen kini fokus meningkatkan efisiensi lewat pengoperasian fasilitas Deltamas, agar armada bisa berputar lebih cepat dan biaya kembali terkendali.
Pelanggan Shopee Jadi Penopang Utama
Di sisi pelanggan, bisnis GTRA saat ini sangat ditopang sektor e-commerce. Shopee Express menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 41,8% dari total pendapatan.
Selain itu, perusahaan-perusahaan FMCG seperti Mayora juga berperan penting, memberi aliran volume pengiriman yang relatif stabil.
Ke depan, kontribusi Shopee Express diperkirakan terus naik, dari sekitar 52% pada 2026 menjadi 54% pada 2030, seiring makin masifnya belanja online dan kebutuhan pengiriman cepat di dalam kota.
Dengan kombinasi e-commerce dan FMCG, GTRA memiliki dua mesin pertumbuhan sekaligus: satu berbasis tren digital, satu lagi dari kebutuhan konsumsi harian masyarakat.
GTRA Siap Ekspansi Armada
Untuk mengejar pertumbuhan, jumlah armada GTRA diproyeksikan naik dari sekitar 1.800 unit pada 2026 menjadi hampir 2.700 unit pada 2030.
Namun menariknya, ekspansi ini tidak sepenuhnya mengandalkan pembelian kendaraan sendiri. Perusahaan makin banyak memakai armada milik mitra. Porsi kendaraan milik GTRA sendiri diperkirakan turun dari 65% menjadi 58%.
Strategi ini membuat perusahaan bisa tetap berkembang tanpa harus mengeluarkan modal terlalu besar, sekaligus membantu memperbaiki kondisi keuangan. Beban utang pun diproyeksikan terus menurun dalam beberapa tahun ke depan.
Proyeksi Profitabilitas
Berdasarkan riset Mirae Asset, pendapatan GTRA diperkirakan tumbuh rata-rata sekitar 15% per tahun dalam lima tahun ke depan. Sementara laba bersih diproyeksikan meningkat lebih cepat, sekitar 20% per tahun, seiring membaiknya efisiensi dan turunnya biaya keuangan.
Pada 2027, pendapatan diproyeksikan mencapai Rp868 miliar, dengan laba bersih sekitar Rp91 miliar. Kenaikan ini membuka ruang bagi perusahaan untuk mulai lebih royal membagikan dividen kepada pemegang saham.
Mulai 2026, dividen diperkirakan naik bertahap, dengan potensi imbal hasil sekitar 2,2%, dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)
