Susi Setiawati, CNBC Indonesia
26 January 2026 07:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Selama dua pekan beruntun, saham duet konglo Bakrie dan Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berada di zona koreksi hampir 20%. Namun, dibalik itu ada sederet investor raksasa seperti BlackRock dan Dimensional Fund mengakumulasi.
Saham BUMI pada pekan lalu yang berakhir pada Jumat (23/1/2026) mengalami penurunan sekitar 12,20% ke posisi Rp360 per saham, penurunan tersebut lebih tajam dibandingkan pekan sebelum-nya dengan koreksi 11,20%.
Di tengah koreksi tersebut, selama dua pekan (12-23 Januari 2026) arus keluar dana asing di saham BUMI mencapai Rp2,3 triliun. Meski begitu, ternyata ada beberapa raksasa investasi besar yang mulai mengakumulasi saham BUMI sebanyak jutaan lembar.
Pada Kamis pekan lalu (22/1/2026), Dimensional Fund Advisors LP mengakumulasi 62,81 juta lembar saham BUMI, sehingga total kepemilikannya menjadi 1,06 miliar setara 0,29% dari total kepemilikan saham emiten grup Bakrie-Salim tersebut.
Selain itu, BlackRock juga membeli saham BUMI pada Rabu pekan lalu (21/1/2026) sebanyak 1,40 juta saham. Alhasil, total kepemilikannya menjadi 1,95 miliar lembar setara 0,54% dari total saham beredar.
Perlu diketahui sebelumnya, sempat ada transaksi crossing jumbo di saham BUMI yang terjadi di pasar negosiasi pada 19 Januari 2026 senilai Rp6,9 triliun.
Transaksi berasal dari 182 juta lot saham di harga Rp380 per saham. Pihak penjual dan pembeli sama-sama tercatat menggunakan broker Ina Sekuritas (kode: RB), yang dikenal sebagai broker yang menangani saham-saham Grup Salim. Bisa dibilang, transaksi ini merupakan perpindahan kepemilikan internal.
Ina Sekuritas sendiri tercatat sebagai anggota bursa yang dikendalikan Grup Salim melalui PT Gema Insani Karya dengan kepemilikan sekitar 78,12 %. Pihak yang diketahui sebagai penjual dalam transaksi tersebut ialah Treasure Global Investments Limited (TGIL). Pasca-transaksi, kepemilikan TGIL terhadap BUMI turun signifikan dari 8,08 % menjadi 3,18 % hak suara.
Salah satu faktor yang dinilai mendorong terjadinya perpindahan kepemilikan internal saham BUMI adalah upaya perseroan agar dapat masuk ke dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), tidak hanya untuk periode Februari 2026 tetapi juga periode Mei 2026.
MSCI diketahui tengah mengkaji perubahan metodologi penilaian free float yang akan berlaku pada peninjauan indeks Mei 2026. Aturan baru tersebut menetapkan bahwa kepemilikan oleh badan usaha (PT) tidak secara otomatis dikategorikan sebagai free float. Sebaliknya, kepemilikan perseorangan dinilai lebih memenuhi syarat free float.
Perpindahan saham BUMI dari TGIL ke akun perseorangan atau non-PT dinilai sebagai langkah untuk memperbesar free float BUMI sesuai persyaratan MSCI. Momentum Mei 2026 dianggap penting karena berdampak pada potensi aliran dana (inflow) lebih besar dibandingkan periode peninjauan Februari 2026.
Sejumlah pihak memperkirakan rebalancing indeks MSCI tersebut dapat memicu kenaikan harga saham BUMI. Sementara beberapa analis dan pengamat pasar memberikan target harga agresif hingga Rp1.000, proyeksi konservatif memperkirakan kisaran Rp600-Rp800 pada 2026.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248785/original/070439600_1749619357-000_49TH2TP.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362119/original/035085500_1758837955-Calvin-Verdonk-Europa-League.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372801/original/040806000_1759769523-1000224866.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5236758/original/069830300_1748524187-Timnas_Indonesia_-_Ricky_Kambuaya__Egy_Maulana__Rizky_Ridho_copy.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366297/original/013965500_1759222382-Formasi_Timnas_Indonesia_vs_Arab_Saudi.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)