Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi 8%, PLN Siap Lakukan Hal Ini!

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Vice President Pengendalian RUPTL PT PLN (Persero), Ricky Faizal menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh pemerintah. Salah satunya lewat upaya menjaga keandalan pasokan listrik yang dibalut dengan transisi energi.

Hal tersebut lanjutnya telah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru (2025-2034) terkait pembangunan pembangkit EBT.

"Memang ini sangat challenging buat PLN. Namun demikian beberapa langkah konkret telah kami coba susun, pertama di dalam RUPTL yang baru (2025-2034) itu sudah sangat banyak rencana pembangunan pembangkit EBT. Bahkan dari 69,3 Giga Watt, itu 42 koma sekiannya itu adalah pembangkit EBT. Jadi sudah sangat massif," ujarnya dalam diskusi Energy Outlook 2026 di Auditorium Bank Mega, Kamis, (5/2/2026).

Selain itu, PLN ujar Ricky juga akan membangun jaringan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai pulau berupa pembangkit, transmisi, hingga distribusinya. Upaya ini dilakukan agar potensi bisnis bisa berjalan dengan maksimal di berbagai wilayah.

"Kita akan berencana membangun tadi sekitar 69 GW pembangkit, terdiri dari EBT-nya 42 GW. Kemudian transmisi yang panjangnya 48.000 kilometer sirkuit yang akan dibangun oleh PLN, yang akan men-support sampai ke pelanggan termasuk juga untuk industri," terangnya.

Sementara untuk perkuatan di sisi substation ataupun Gardu Induk-nya, PLN akan berencana membangun dengan kapasitas sekitar 107.000 Mega Volt Ampere (MVA).

"Itu sangat masif sekali. Jadi sebagai gambaran, posisi saat ini pembangkit kita yang dikelola oleh PLN maupun IPP ada kurang lebih sekitar 81,2 GW. Yang nantinya akan bertambah sekitar 69 GW dalam 10 tahun ke depan," pungkasnya.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |