Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) tengah mengkaji pembangkit listrik berbasis Biodiesel 50 (B50) untuk ketahanan energi nasional. Vice President Pengendalian RUPTL PT PLN (Persero) Ricky Faizal menyebutkan sejak B10, B20, hingga B30 juga diterapkan pada pembangkit listrik.
"Karena mungkin seperti dulu B10, 20, 30 gitu ya, beberapa mesin pembangkit kita tidak perlu melakukan investasi yang besar untuk melakukan perubahan-perubahan," kata Ricky dalam CNBC Indonesia Energy Outlook 2026, Kamis (5/2/2026).
PLN tengah melakukan kajian mendalam terkait perubahan struktur biaya investasi yang dikeluarkan.
"Ini masih dalam kajian dari biaya investasi yang dikeluarkan untuk bagaimana mesin PLN bisa menyerap pemenuhan dari B40-B50 ke atas," jelas Ricky.
Diketahui B50 merupakan jenis bahan bakar biodiesel dengan campuran 50% minyak kelapa sawit (B50). Upaya Pencampuran biodiesel B50 termasuk ke dalam salah satu Program Swasembada Energi. Tak tanggung-tanggung, lewat program ini Indonesia diperkirakan bahkan surplus BBM Solar dan terbebas dari jeratan impor Solar pada tahun ini. Namun demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan dari sisi impor minyak mentah dan bensin.
Selain itu, hal ini sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang merupakan RUPTL terhijau sepanjang masa karena mayoritas pembangkit listrik baru yang akan dibangun dalam 10 ke depan berbasis pada energi hijau yang sumbernya tak lain sudah berada di Tanah Air.
Belum lama ini uji jalan penggunaan B50 sudah mencapai 18.000 kilometer (KM). Kelak, uji jalan B50 pada sektor kendaraan berat akan dilakukan untuk memperluas cakupan implementasi pada sektor industri dan tambang. Pemerintah juga sudah mengirimkan produk B50 ke Kalimantan untuk diuji pada sektor tersebut.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)