Gara-Gara Amerika Iran Ubah Doktrin Nuklir, Bisa Buat Bom Atom

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat tinggi keamanan Iran memberikan sinyal bahwa Teheran mungkin akan mempertimbangkan kembali kepemilikan senjata nuklir. Ia berargumen bahwa rentetan serangan Amerika Serikat (AS) ke negaranya memperkuat alasan Iran harus memiliki bom atom sebagai alat pencegahan mutlak.

Mengutip Iran International, Senin (24/08/2026), ini dikatakan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei. Ia menyebut bahwa Washington telah membuktikan "kepatuhan pada sistem non-proliferasi nuklir global ternyata hanya memberikan sedikit perlindungan dari serangan militer". 

"Seluruh dunia berkata, 'Tunggu sebentar. Jadi NPT (Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir) tidak ada efeknya?" paparnya dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah.

"Ketika Amerika mengobarkan perang seperti itu, orang-orang secara alami bertanya: Mengapa kita tidak mengejar senjata nuklir kita sendiri?" tambahnya.

Mantan Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) itu memang belum menyatakan secara pasti bahwa Iran telah memutuskan untuk membuat senjata kiamat tersebut. Namun, pernyataannya dinilai sangat eksplisit dan berani untuk seukuran pejabat keamanan paling senior di Republik Islam tersebut.

Rezaei berargumen bahwa Iran selama ini telah tunduk pada pemantauan internasional yang ekstensif. Tak hanya bergabung dengan NPT, Iran pun sempat menerima perjanjian nuklir 2015 atau yang dikenal sebagai JCPOA, meski dibatalkan sendiri oleh Presiden AS Donald Trump di periode pertamanya.

"Tingkat pengamanan dan inspeksi yang dilakukan di Iran selama dua dekade terakhir belum pernah terjadi di tempat lain di dunia," ucapnya.

Namun, pada kenyataannya fasilitas nuklir dan kedaulatan Iran pada akhirnya tetap diserang oleh AS, yang secara langsung mengubah kalkulasi seputar pencegahan nuklir. Rezaei bahkan secara blak-blakan membandingkan efisiensi biaya kepemilikan senjata nuklir jika dibandingkan dengan kekuatan militer konvensional yang menguras anggaran.

"Mengapa kita tidak mengembangkan senjata nuklir agar tidak ada yang bisa menyerang kita? Jika suatu negara memiliki senjata nuklir, itu bisa lebih murah dan lebih efektif daripada memiliki ratusan F-35 dan menghabiskan sejumlah besar uang untuk kemampuan militer lainnya," tegasnya.

Rezaei pun secara langsung menyalahkan Trump karena telah merusak sistem non-proliferasi global secara lebih luas melalui kebrutalan militernya. Ia mengatakan Trump membuat kesalahan dengan menyerang Iran.

"Banyak negara sekarang mencari cara untuk mempertimbangkan kembali tatanan nuklir internasional. Bukankah itu bodoh?" ujarnya lagi menyebuty hasil tindakan Trump.

Jalur diplomasi usai perang dan gencatan senjata sebagian besar kini telah terhenti total. Sementara Washington mulai mengalihkan fokusnya ke arah tekanan ekonomi yang intensif.

Rezaei, yang baru-baru ini mengambil alih posisi puncak di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, kini mengadopsi postur yang semakin konfrontatif. Ia bahkan telah memperingatkan bahwa Iran akan mengambil langkah mematikan menuju strategi militer yang ofensif penuh jika jalur diplomasi pada akhirnya terbukti gagal.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |