Gen-Z 20 Tahun Klaim Jadi Presiden usai Deklarasi Negara Baru

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pemuda berusia 20 tahun mengeklaim telah mendirikan negara baru di Eropa setelah menemukan wilayah yang menurutnya tidak dimiliki oleh negara mana pun. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai presiden Gen Z pertama dari negara tersebut.

Pemuda bernama Daniel Jackson itu mendeklarasikan berdirinya negara bernama Free Republic of Verdis, sebuah wilayah kecil berupa hutan dan pasir di sepanjang Sungai Danube yang berada di antara perbatasan Serbia dan Kroasia. Jackson, yang memiliki kewarganegaraan Inggris dan Australia, mengeklaim wilayah tersebut termasuk kategori terra nullius, istilah dalam hukum internasional yang berarti wilayah yang tidak diklaim oleh negara mana pun.

"Kawasan ini tidak diklaim oleh siapa pun karena Kroasia menyebut wilayah itu milik Serbia, sementara Serbia menganggap perbatasannya berada di garis tengah Sungai Danube," kata Jackson seperti dikutip dari Times of India, Kamis (12/3/2026).

Wilayah yang diklaim sebagai negara Verdis itu memiliki luas sekitar 124 acre atau sekitar 0,5 kilometer persegi, sedikit lebih besar dari Kota Vatikan yang merupakan negara terkecil di dunia. Area tersebut berupa hutan dan tepian sungai yang belum pernah dihuni secara permanen.

Ide mendirikan negara ini muncul ketika Jackson masih berusia 14 tahun. Saat itu ia bersama beberapa temannya mencoba mencari wilayah geografis unik di peta internet dan menemukan area yang tampaknya tidak diklaim oleh negara mana pun.

Mereka kemudian menamai wilayah tersebut Verdis, diambil dari kata Latin viridis yang berarti hijau, untuk mencerminkan fokus negara tersebut pada perlindungan lingkungan. Pada 2019, Jackson secara resmi mendeklarasikan berdirinya Free Republic of Verdis dan dipilih sebagai presiden oleh para pendukungnya.

Sejak saat itu, kelompok tersebut mulai membangun berbagai simbol kenegaraan, mulai dari bendera, lambang negara, konstitusi, hingga struktur pemerintahan yang terdiri dari menteri luar negeri, dalam negeri, pertahanan, dan infrastruktur. Mereka juga membuka kantor perwakilan di Inggris dan Serbia yang dijalankan oleh para relawan.

Verdis juga telah mengeluarkan paspor dan kartu identitas bagi para pendukungnya, meskipun dokumen tersebut belum diakui secara internasional.

Sebagian besar aktivitas negara ini berlangsung secara daring. Jackson mengeklaim proyek tersebut telah menarik ribuan pendukung dari berbagai negara, terutama kalangan anak muda yang tertarik dengan konsep kewarganegaraan digital.

Sekitar 3.000 orang disebut telah mendaftar sebagai warga Verdis, sementara sekitar 400 orang telah menerima paspor dan identitas negara tersebut hingga akhir 2025.

Namun upaya untuk benar-benar menempati wilayah itu tidak berjalan mulus. Pada Oktober 2023, Jackson dan sejumlah pendukungnya mencoba mendirikan kamp di wilayah tersebut dan mengibarkan bendera Verdis sebagai tanda dimulainya fase pemukiman.

Upaya tersebut hanya bertahan satu hari. Menurut Jackson, polisi Kroasia datang ke lokasi, membongkar kamp mereka, dan menahan kelompok tersebut selama sekitar 12 jam sebelum akhirnya dideportasi.

Sebagian peserta dilarang masuk wilayah Kroasia selama tiga bulan. Sementara Jackson dan wakil presidennya disebut mendapat larangan masuk seumur hidup karena dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan negara.

Pemerintah Kroasia menolak klaim bahwa wilayah tersebut merupakan terra nullius. Dalam pernyataan resminya, kementerian luar negeri Kroasia menyebut proyek Verdis sebagai tindakan provokatif yang tidak memiliki dasar hukum.

Menurut otoritas Kroasia, sengketa perbatasan tidak otomatis menjadikan wilayah tersebut tidak dimiliki oleh negara mana pun dan terbuka untuk diklaim pihak ketiga.

Saat ini Jackson menjalankan aktivitas pemerintah Verdis dari Inggris. Ia bekerja sebagai pengembang gim lepas di platform Roblox sambil mengelola komunitas dan pemerintahan negara yang sebagian besar masih beroperasi secara online.

Meski menghadapi berbagai hambatan, Jackson mengaku tidak berniat menyerah. Ia yakin suatu saat nanti Verdis dapat berdiri sebagai negara merdeka.

"Kami tidak akan menyerah pada tujuan ini. Cepat atau lambat kami akan kembali ke wilayah tersebut," ujarnya.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |