Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas kembali menguat tajam pada perdagangan Kamis (17/9/2026), setelah sempat menyentuh level terendah hampir enam pekan pada sesi sebelumnya. Penguatan didorong pelemahan dolar AS dan turunnya harga minyak.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (17/9/2026) ditutup di US$ 4340,09 per troy ons. Harganya melonjak 1,8% atau hampir 2%.
Kenaikan ini memutus tren negatifnya di mana emas ambruk jatuh tiga hari beruntun.
Harga emas masih membaik pada hari ini. Pada Jumat (18/9/2026) pukul 07.10 WIB, harga emas menguat 0,13% ke US$ 4345,83 per troy ons.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan penurunan harga energi meredakan tekanan inflasi yang sebelumnya membebani emas.
"Emasi memiliki hubungan yang sangat erat dan berbanding terbalik dengan harga energi, yang didasarkan pada tekanan inflasi tersebut. Harga energi telah turun cukup drastis. Jadi, penurunan harga energi inilah yang mengurangi sebagian tekanan terhadap pasar emas," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, dikutip dari Refinitiv.
Harga minyak turun untuk hari kedua ke level terendah dalam sepekan, sementara indeks dolar AS melemah dari level tertinggi tujuh pekan. Yield Treasury AS 10 tahun juga turun.
Pasar tetap mencermati kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga pada Rabu dan membuka peluang kenaikan lanjutan. Pelaku pasar kini melihat peluang 51% kenaikan suku bunga pada Oktober, naik dari sekitar 44% sehari sebelumnya.
Kenaikan suku bunga biasanya menekan emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
UBS menilai defisit fiskal dan utang AS yang tinggi, potensi pelemahan dolar, serta kemungkinan The Fed kembali melonggarkan kebijakan tahun depan dapat menopang harga emas meski volatilitas jangka pendek masih tinggi.
"Meningkatnya defisit fiskal, beban utang yang lebih tinggi, potensi pelemahan dolar AS pada akhirnya, serta ekspektasi kami bahwa The Fed akan kembali melonggarkan kebijakan tahun depan seharusnya menopang harga emas meskipun volatilitas jangka pendek masih tinggi," ujar UBS dalam sebuah catatan kepada Reuters.
Harga perak juga ikut terbang.
Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Kamis (17/9/2026) ditutup di US$ 65,19 per troy ons. Harganya terbang 3,6% atau hampir 2%.
Harga perak masih membaik pada hari ini. Pada Jumat (18/9/2026) pukul 07.10 8 WIB, harga perak naik 0,15% ke US$ 65,29 per troy ons.
(mae/mae)






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340905/original/042907900_1788529611-IMG_6511.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340290/original/025401600_1788499994-Raihan1.jpg)