IHSG Ditutup Naik 1,11% Hari Ini, Saham Konglo Beraksi Lagi

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 68,05 poin atau 1,11% ke level 6.195,43 hari ini, Selasa (2/6/2026).

Meski ditutup di zona hijau, penguatan IHSG pada akhir perdagangan terpangkas puluhan poin. Pada pagi tadi IHSG sempat melesat naik 2,23%. 

Sepanjang hari ini IHSG konsisten berada di zona penguatan dengan rentang 6.143,63 hingga 6.264,26. Sebanyak 295 saham naik, 410 turun, dan 254 tidak bergerak. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 10.895 triliun. 

Mengutip Refinitiv, utilitas menjadi sektor yang naik paling kencang, yakni 16,11%. Hal ini seiring dengan saham-saham konglomerat yang terkoreksi dalam sepanjang tahun berjalan, menggeliat dan menguasai nilai transaksi hari ini. 

Chandra Asri Pasific (TPIA), Barito Pacific (BRPT), Amman Mineral (AMMN), Barito Renewables Energy (BREN), dan Petrosea (PTRO) menyumbang lebih dari 70% total transaksi IHSG setelah libur panjang. 

Hal itu diikuti dengan lonjakan harga signifikan dari sejumlah saham tersebut. BREN tercatat naik 24,85% atau menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dan menyumbang 30,25 poin terhadap penguatan IHSG. Kemudian AMMN yang naik 17,88 poin berkontribusi 17,93 poin ke IHSG dan Dian Swastatatika Sentosa (DSSA) yang naik 25% menyumbang 10,85 poin. 

Selain itu, saham bank jumbo juga menjadi penopang IHSG hari ini. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Mandiri (BMRI) masing-masing memberikan sumbangsih sebesar 14,11 poin, 11,71 poin, dan 7,04 poin. 

Sementara itu, beban terbesar IHSG hari ini adalah Telkom Indonesia (TLKM) yang berkontribusi -8,35 poin. Kemudian DCI Indonesia (DCII) dan Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) membebani sebesar -4,93 poin dan -4,26 poin. 

Adapun memasuki pekan pertama bulan Juni 2026, pelaku pasar akan mencermati sejumlah rilis data makroekonomi utama baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain itu, pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru hubungan AS dan Iran setelah Presiden AS Donald Trump meremehkan kemungkinan gagalnya pembicaraan damai dengan Teheran. Dalam wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan dirinya tidak terlalu peduli jika negosiasi tersebut berakhir.

Dalam perkembangan lain, nilai tukar rupiah berhasil mengakhiri perdagangan awal bulan ini dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), rupiah ditutup menguat 0,20% ke level Rp17.830/US$. Penguatan ini sekaligus mematahkan tren pelemahan rupiah dalam lima hari perdagangan beruntun.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak cukup volatil. Mata uang Garuda sempat dibuka menguat 0,08% di level Rp17.850/US$, lalu kembali tertekan hingga menyentuh Rp17.892/US$, sebelum akhirnya berbalik menguat hingga penutupan perdagangan.

Di sisi lain, Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB melemah 0,12% ke posisi 99,081.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |