IHSG Sesi 1 Naik Tipis, Emiten Kapal dan Tambang Pesta

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat balik arah ke zona merah, tetapi berhasil menutup sesi 1 dengan kenaikan tipis pada perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2026).

IHSG pagi ini dibuka naik 0,58% dan sempat lompat 1% dan mendekati level 8.100. Akan tetapi sekitar pukul 09.40 WIB penguatan indeks terpangkas menjadi 0,3%, hingga akhirnya masuk ke zona merah pada sekitar pukul 10.40 WIB.

Pada akhir sesi 1 IHSG akhirnya ditutup naik 2,72 poin atau 0,03% ke level 8.019,55. Sebanyak 394 saham naik, 324 turun, dan 240 tidak bergerak. Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp 18,17 triliun, melibatkan 26,1 miliar saham dalam 1,79 juta kali transaksi. 

Nilai transaksi di pasar reguler terbilang sepi hari ini. Lebih dari separuh transaksi atau Rp 9,5 triliun terjadi di pasar negosiasi.

Tercatat 599,67 juta saham Prime Agri Resources  (SGRO) berpindah tangan dengan harga 7.903 melalui pasar negosiasi. Dengan demikian nilai pembelian saham tersebut mencapai Rp 4,74 triliun. 

Sementara itu, berdasarkan data Refinitiv, saham energi masih menjadi incaran investor. Hal ini terlihat dari kenaikan sektor tersebut yang mencapai 1,27%, paling tinggi dibandingkan dengan yang lain. 

Selain saham energi, emiten perbankan juga banyak diakumulasi. Bank Mandiri (BMRI) menjadi penggerak utama IHSG dengan bobot 5,82 indeks poin. 

Lalu saham-saham terkait tambang dan energi seperti United Tractors (UNTR), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Alamtri Resources Indonesia (ADRO), hingga Bumi Resources (BUMI) masuk dalam daftar Top 10 Movers siang ini. 

Selain emiten energi, saham perkapalan juga bergerak naik signifikan hingga siang ini. Buana Lintas Lautan (BULL) naik 9,57%, Soechi Lines (SOCI) 9,92%, Humpuss Maritim Internasional (HUMI) 19,61%, dan GTS Internasional (GTSI) 18,66%. 

Berbanding terbalik, emiten emas malah mengalami koreksi hari ini setelah kemarin bergerak positif saat IHSG anjlok.

Bumi Resources Minerals (BRMS) membebani -4,48 indeks poin, Merdeka Copper Gold (MDKA) membebani -3,41 indeks poin, Antam (ANTM) -1,88 indeks poin, dan Merdeka Gold Resources (EMAS) -1,62 indeks poin. 

Sementara itu, perang udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran meluas pada Senin tanpa tanda-tanda akan segera berakhir. Israel menyerang Lebanon sebagai respons atas serangan Hizbullah, sementara Teheran terus melancarkan serangan rudal dan drone ke negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi tersebut dapat berlangsung selama beberapa minggu dan belum jelas siapa yang kini memimpin Iran, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan terarah pada awal kampanye AS-Israel akhir pekan lalu.

Serangan terhadap Iran telah menyeret kawasan Teluk ke dalam perang, menewaskan puluhan orang di Iran, Israel, dan Lebanon, mengacaukan transportasi udara global, serta menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz-jalur vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia di dekat pantai Iran-sehingga mendorong lonjakan harga minyak.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |