Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
04 January 2026 10:30
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak mengalami penurunan tajam sepanjang pekan ini. Kendati demikian, perak sudah membukukan tahun yang sangat luar biasa pada 2025.
Berdasarkan data Refinitv, harga perak di pasar spot pada penutupan Jumat (3/1/2026) tercatat di US$72,62 per troy onz. Angka tersebut telah jatuh sebesar 8,25% jika dibandingkan posisi terakhir pekan lalu.
Harga perak jatuh terseret oleh emas karena ada aksi jual di menit-menit terakhir 2025 di pasar logam mulia. Investor dan bandar emas mulai merealisasikan sebagian keuntungan besar yang telah dikantongi sepanjang 2025.
Sebagian besar pasar sudah memasuki mode autopilot akhir 2025 usai 12 bulan penuh gejolak, mulai dari dinamika geopolitik, pelemahan tajam dolar AS, kegelisahan di pasar obligasi, hingga euforia berkepanjangan saham-saham kecerdasan buatan (AI).
Sepanjang 2025, emas mencatatkan kinerja terbaik sejak krisis minyak 1979.
Bila dilihat harga bulanan, emas hanya sekali melemah yakni pada Juli 2025. Selebihnya emas ngebut dalam 11 bulan di 2025 dengan kenaikan terbesar terjadi pada September 2025 yakni 11,94%. Sepanjang 2025, harga emas melesat sekitar 64,42%, menjadi kenaikan tahunan paling tajam sejak 1979.
aksi ambil untung dalam sepekan terakhir, setelah CME kembali menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka logam mulia, telah menekan harga turun dari puncaknya.
"Emas saat ini mengalami volatilitas harga yang tinggi akibat tarik-menarik antara aksi ambil untung dan pembukaan posisi baru," ujar analis independen Ross Norman, dikutip dari Reuters.
"Kenaikan margin oleh CME, menurut saya, telah menjadi rem yang sangat kuat terhadap harga yang sebelumnya tampak melaju tanpa kendali, khususnya pada logam putih." Imbuhnya.
Harga emas sendiri dalam sepekan ini tumbang 4,47% dan ditutup di US$4.329,89 per troy ons (3/1/2026).
Tren bearish harga emas sepanjang minggu ini pun menular ke harga perak. Walaupun demikian, sepanjang 2025 harga perak telah melonjak lebih dari 146,8%, menjadikannya tahun terbaik sepanjang sejarah dan jauh melampaui kinerja emas.
Reli ini didorong oleh kekurangan pasokan, stok yang menipis, meningkatnya permintaan industri dan investor, serta penetapan perak sebagai mineral kritis di Amerika Serikat.
Dilihat dari gerak per bulan, harga perak terbang 26,4% pada Desember 2025. Perak hanya melemah dua kali dalam 12 bulan di 2025 yakni pada Februari dan April.
"Tarif perdagangan, keinginan membangun stok domestik, serta kerentanan rantai pasok telah menyorot sejumlah logam kunci," kata Norman.
"Pada 2026, isu ini akan semakin nyata-bukan hanya melalui kenaikan harga ketika negara-negara saling bersaing membangun cadangan strategis, tetapi juga lewat berbagai mekanisme lain untuk menarik pasokan komoditas yang dibutuhkan."
(ras/ras)































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339916/original/010495200_1757135510-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-108.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)






