Jakarta, CNBC Indonesia - Iran menawarkan akses bebas bagi negara-negara Eropa dan Arab untuk melintasi Selat Hormuz. Namun ada satu syarat kontroversial.
Syarat tersebut adalah mengusir diplomat dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Tawaran tersebut disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui siaran televisi pemerintah, dimuat ibtimes, Rabu (11/3/2026).
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut negara yang bersedia memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington dan Tel Aviv akan dijamin dapat melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan. Ini menjadi eskalasi terbaru dari ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
"Kewenangan penuh dan kebebasan navigasi akan dijamin bagi negara mana pun yang bersedia mengusir perwakilan Amerika Serikat dan Israel dari ibu kota mereka," demikian pernyataan yang disampaikan pejabat militer Iran dalam siaran tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Teheran memanfaatkan ketergantungan global terhadap jalur energi strategis tersebut untuk menekan sekutu Barat. Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan energi dunia karena menghubungkan produsen minyak di Timur Tengah dengan pasar internasional.
Sekitar 20% pengiriman minyak harian dunia melewati perairan sempit itu. Sehingga gangguan apa pun berpotensi mengguncang rantai pasok energi global.
Dengan menawarkan jaminan keamanan bagi kapal asing, Teheran tampaknya berusaha memindahkan tekanan diplomatik kepada negara-negara yang sangat bergantung pada impor energi. Negara-negara tersebut dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan hubungan diplomatik dengan Washington dan Tel Aviv atau memastikan keamanan pasokan energi mereka.
IRGC juga menuding langkah ini sebagai respons terhadap kebijakan terbaru Washington. Pejabat militer Iran menuduh Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah untuk mengambil alih kendali Selat Hormuz guna menjamin keamanan jalur pelayaran kapal komersial secara sepihak.
Ultimatum tersebut memperjelas bahwa hanya negara yang mematuhi syarat Iran yang akan terbebas dari potensi ancaman terhadap pelayaran mereka di kawasan Teluk. Pernyataan itu menambah ketegangan diplomatik di tengah meningkatnya serangan militer yang masih berlangsung di berbagai titik di Timur Tengah.
Di sisi lain, konflik yang terus berlangsung kontras dengan pernyataan dari Gedung Putih. Gedung Putih sebelumnya menyampaikan bahwa perang di kawasan itu mendekati akhir. Trump bahkan menyatakan bahwa pemerintahannya pada dasarnya telah mencapai kemenangan dalam sejumlah aspek konflik.
Namun hingga kini belum terlihat adanya perubahan strategi militer dari kedua pihak. Serangan udara dilaporkan masih terjadi hampir setiap hari, sementara kepemimpinan baru di Iran tetap mempertahankan sikap keras terhadap AS dan Israel, menandakan konflik berpotensi berlangsung lebih lama dan terus membayangi keamanan jalur pelayaran global.
(sef/sef)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)
