Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 7,35% pada akhir perdagangan Rabu (28/1/2025). Koreksi tajam ini terjadi seiring pengumuman indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar saham Indonesia dengan membukukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks mulai Februari 2026 nanti.
Seperti diketahui, MSCI memandang masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Sejalan dengan kondisi tersebut, MSCI menerapkan perlakuan sementara atau interim treatment untuk sekuritas Indonesia yang berlaku efektif segera," tulis pengumuman di situs resminya.
Langkah tersebut ditujukan untuk memitigasi risiko perputaran indeks dan risiko investabilitas sembari menunggu adanya perbaikan transparansi dari otoritas pasar terkait.
Melalui kebijakan tersebut, MSCI bakal membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham atau Number of Shares (NOS) hasil peninjauan indeks maupun aksi korporasi. MSCI juga tidak akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) sekaligus menahan perpindahan antar segmen kapitalisasi pasar, misalnya dari Small Cap ke Standard.
Akibat kejadian ini, terdapat potensi penurunan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Indexes. Bahkan, MSCI membuka peluang perubahan status pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market, dengan tetap melalui proses konsultasi pasar.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menyarankan agar para investor ritel tidak panik dalam menghadapi gejolak pasar saham seiring pengumuman MSCI yang terjadi hari ini. Pasalnya ia menilai, kondisi market yang turun adalah bagian alami dari investasi. Sehingga tidak ada grafik saham yang naik lurus tanpa koreksi
"Ini yang perlu dilakukan investor, (yaitu) cash out, kurangi portfolio dengan volatilitas tinggi, dan realokasi ke saham yang defensif," terang dia, Rabu (28/1/2026).
Selain itu, investor juga bisa melihat potensi pasar ke depan dan meraih cuan dengan lebih mudah dengan mengikuti Webinar Kelas Cuan yang diselenggarakan CNBC Indonesia.
Program ini dihadirkan sebagai sarana edukatif untuk membantu investor dan masyarakat umum memahami literasi finansial secara lebih komprehensif. Topik yang dibahas beragam, mulai dari pengelolaan keuangan yang bijak, perencanaan investasi, hingga pemahaman risiko di tengah dinamika ekonomi.
Webinar Kelas Cuan hadir dengan tema "Market Outlook 2026: Stock Pick Bagger 2026". Dalam Kelas Cuan kali ini, para peserta bakal belajar bagaimana memanfaatkan tren pasar untuk mendapatkan cuan serta analisa saham-saham pilihan dengan potensi pertumbuhan berbasis fundamental, sentimen, dan momentum.
Nantinya Webinar Kelas Cuan bakal membahas pengenalan investasi terutama untuk pasar saham Indonesia. Asal tahu saja, kelas ini akan mengupas tuntas soal investasi dari 0 bersama Equity Analyst CNBC Indonesia, Susi Setiawati dan dipandu oleh Maria Katarina. Dengan demikian, para peserta bisa mendapatkan segudang ilmu investasi dari seorang profesional yang berpengalaman.
Terlebih lagi, materi webinar yang diberikan juga akan mudah dipahami oleh masyarakat umum dan disampaikan oleh narasumber kompeten. Webinar ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mengambil keputusan finansial yang tepat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Bagi Anda yang ingin cuan dari hasil investasi, silakan bergabung dengan Kelas Cuan dan mendaftar lewat website https://event.detik.com/ dengan biaya Rp 100 ribu saja. Webinar ini akan digelar pada 30 Januari 2026 pukul 19:00 sampai 21:00 WIB.
Peserta juga akan mendapatkan full recording webinar yang akan dikirimkan melalui email berupa link Gdrive dan e-Certificate berisi nama peserta yang akan dikirimkan melalui email terdaftar. Jadi, jangan sampai ketinggalan Sobat Cuan CNBC Indonesia.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362119/original/035085500_1758837955-Calvin-Verdonk-Europa-League.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372801/original/040806000_1759769523-1000224866.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5236758/original/069830300_1748524187-Timnas_Indonesia_-_Ricky_Kambuaya__Egy_Maulana__Rizky_Ridho_copy.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366297/original/013965500_1759222382-Formasi_Timnas_Indonesia_vs_Arab_Saudi.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
