Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta anggota parlemen untuk segera menyetujui penjualan 48 jet tempur canggih F-35 ke Arab Saudi dengan perkiraan nilai yang sangat fantastis, yakni mencapai US$ 24,3 miliar (Rp 427,68 triliun).
Mengutip Al Jazeera, Jumat (18/9/2026), Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan resminya pada hari Kamis mencoba meyakinkan publik terkait rencana penjualan armada tempur paling canggih yang dimiliki oleh militer Negeri Paman Sam tersebut.
"Usulan penjualan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan sekutu utama non-NATO yang merupakan kekuatan bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Teluk," paparnya.
Pemerintah AS mengeklaim bahwa manuver militer bernilai triliunan rupiah tersebut tidak akan mengubah keseimbangan militer di kawasan. Hal ini sejalan dengan kebijakan lama Washington yang mengharuskan Israel untuk selalu memiliki keunggulan militer di atas potensi musuh-musuh regionalnya.
Ironisnya, pengumuman ini mencuat tepat setelah kelompok milisi Houthi di Yaman pada hari Rabu mengeklaim telah sukses menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 milik Saudi di atas Marib, kota kunci dalam pertempuran sengit melawan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi.
Kelompok pemberontak tersebut merilis sebuah video yang memperlihatkan para pejuangnya berdiri gagah di depan puing-puing jet tempur F-15 buatan AS berlambang Arab Saudi yang hangus terbakar.
Houthi sesumbar bahwa pesawat militer canggih itu berhasil ditembak jatuh hanya dengan menggunakan rudal darat-ke-udara "buatan lokal". Insiden ini menandai perubahan dramatis dalam kemampuan tempur kelompok tersebut, mengingat militer Saudi selama ini selalu menikmati keunggulan udara dan sangat bergantung pada daya gempur serangan udaranya di negara tetangga tersebut.
Pertempuran yang kian brutal antara kedua belah pihak ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk tiga anak-anak, pada hari Kamis.
Di ranah diplomasi, Arab Saudi sejauh ini masih gagal membujuk Washington untuk memainkan peran langsung yang lebih besar dalam konflik kerajaan melawan Houthi. AS bersikeras tidak akan campur tangan secara langsung dalam perang antara Houthi yang didukung Iran, Arab Saudi, dan pemerintah Yaman.
Ancaman Spionase China & Aliansi Baru
Di luar arena konflik, rencana penjualan jet siluman ini juga memicu gelombang kepanikan terkait potensi spionase oleh China. The New York Times pada minggu ini melaporkan bahwa para analis intelijen AS sangat khawatir Beijing dapat memperoleh akses ke teknologi F-35 melalui kemitraan strategisnya dengan Riyadh.
Merespons ancaman tersebut, Perwakilan Kongres AS sekaligus anggota Demokrat di Komite Intelijen DPR, Raja Krishnamoorthi, menyuarakan penolakan kerasnya.
"Kesepakatan itu seharusnya tidak dilanjutkan ketika komunitas intelijen kita sendiri memperingatkan bahwa hal itu dapat menempatkan permata mahkota teknologi militer Amerika dalam jangkauan Partai Komunis China," tegas Krishnamoorthi.
Menyadari ketergantungan yang terlalu tinggi pada Washington, Arab Saudi pada bulan lalu akhirnya bermanuver dengan menandatangani perjanjian pertahanan bersama yang dijuluki "Perjanjian Mekkah" dengan Pakistan dan Turki.
Sebagai catatan, Arab Saudi telah lama berambisi untuk memborong armada F-35. Namun, para pejabat dari Israel-yang saat ini berstatus sebagai satu-satunya negara di kawasan yang memiliki jet tempur tersebut-terus menyuarakan kekhawatiran atas penjualan itu, meskipun ada dorongan untuk menormalisasi hubungan dengan Riyadh.
Sementara itu, nasib Turki yang merupakan anggota NATO justru berakhir tragis karena dilarang menerima pesawat F-35 sejak tahun 2019 setelah mereka nekat membeli sistem rudal antipesawat dari Rusia.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340905/original/042907900_1788529611-IMG_6511.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340290/original/025401600_1788499994-Raihan1.jpg)