Jusuf Kalla: Trump Berpolitik, Ujung-Ujungnya Bisa Nego

20 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden RI Ke 10 dan 12 Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa kebijakan baru terkait tarif importasi AS yang dinilai memberatkan merupakan isu politik. Menurutnya Presiden AS Donald Trump mau menjaga daya saing negaranya dengan membuka ruang negosiasi dengan mitra dagangnnya melalui kebijakan tarif baru ini.

"Jadi ini isu pressure sebenarnya. Isu politik, untuk menjaga daya saingnya Amerika. Daya saingnya Amerika supaya dia bisa berunding," kata Jusuf Kalla, di kediamannya, Jumat (5/4/2025).

Menurutnya barang dari China dan Vietnam juga masih bisa masuk ke Amerika Serikat karena masih ada perpanjang perdagangan bebas. Selain itu melihat dari kriteria mitra dagangnya Amerika akan lebih baik membeli barang dari Vietnam.

Adapun, menurut JK, AS juga masih sulit untuk membangun industri dalam negeri dalam waktu singkat akan masih sulit. Salah satu faktornya adalah buruh di negara ASEAN menurut JK lebih murah dibandingkan di Amerika Serikat.

"Tujuannya itu untuk meningkatkan industri dalam negara Amerika, tidak segampang itu meningkatkan. Pertama katakanlah industri sepatu tetap di Amerika buruhnya dari mana. bagaimana bisa mempersiapkan pabrik berapa bulan? tiba-tiba," kata Prabowo.

Untuk itu ia melihat ini merupakan masalah isu geopolitik, dan Trump juga masih membuka ruang untuk melakukan negosiasi dengan mitra dagangnya.

"Iya kan dia bilang masih terbuka negosiasi. Sebenarnya ini pressure untuk negosiasi, saya mendapatkan beli sesuatu, kasih dulu harga tinggi, baru berunding. Jadi ini angka-angka pressure," kata JK.

"itu biasa dulu periode pertama trump begitu juga pangkas setelah itu turun," sambung JK.


(ayh/ayh)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Dampak Indonesia & Jepang Terhadap Kebijakan Tarif Trump

Next Article Gawat! RI Berpotensi Masuk Radar Perang Dagang Trump

Read Entire Article
| | | |