Kecam Keras Perang Timur Tengah, Spanyol Tarik Dubesnya dari Israel

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Spanyol resmi menarik duta besarnya dari Israel, sebuah langkah diplomatik yang menandai meningkatnya ketegangan hubungan kedua negara di tengah kritik keras Madrid terhadap operasi militer Israel di Gaza serta perang baru di Timur Tengah.

Keputusan tersebut diumumkan melalui lembaran resmi negara Spanyol yang menyebutkan bahwa pemerintah memutuskan mengakhiri penugasan duta besar Spanyol di Israel.

"Atas usulan Menteri Luar Negeri, Uni Eropa dan Kerja Sama, serta setelah pembahasan oleh Dewan Menteri dalam rapatnya pada 10 Maret 2026, dengan ini saya memerintahkan penghentian penunjukan Nyonya Ana María Sálomon Pérez sebagai Duta Besar Spanyol untuk Negara Israel," demikian bunyi pernyataan resmi negara, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Langkah ini diambil setelah Spanyol menjadi salah satu negara di Uni Eropa yang paling vokal mengkritik tindakan militer Israel, baik dalam perang di Gaza maupun konflik terbaru yang melibatkan Iran.

Meski menarik duta besarnya, pemerintah Spanyol tidak menutup kedutaan di Israel. Menurut sumber di Kementerian Luar Negeri Spanyol yang dikutip kantor berita Reuters, kedutaan negara tersebut di Tel Aviv tetap beroperasi.

Namun untuk sementara waktu, misi diplomatik Spanyol di kota tersebut akan dipimpin oleh seorang charge d'affaires, yaitu pejabat diplomatik yang memimpin kedutaan tanpa status duta besar.

Langkah ini biasanya diambil dalam situasi ketegangan diplomatik sebagai sinyal politik tanpa sepenuhnya memutus hubungan diplomatik.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez selama ini dikenal sebagai salah satu pemimpin kiri di Eropa yang paling keras mengkritik operasi militer Israel.

Sánchez sebelumnya mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Ia bahkan secara terbuka menyatakan posisi pemerintah Spanyol terhadap konflik tersebut adalah "tidak pada perang".

Selain itu, pemerintahannya juga termasuk salah satu negara Eropa yang secara konsisten mengkritik operasi militer Israel di Gaza.

Sikap tegas Madrid terhadap Israel juga tecermin dalam kebijakan legislatif yang diambil parlemen negara itu.

Pada Oktober tahun lalu, parlemen Spanyol menyetujui aturan yang menetapkan embargo senjata total terhadap Israel dalam undang-undang nasional.

Keputusan tersebut secara permanen melarang penjualan senjata, teknologi penggunaan ganda, serta peralatan militer kepada Israel.

Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap apa yang oleh pemerintah Spanyol disebut sebagai genosida di Gaza.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |