Lewat Pemeriksaan VO2 Max, Lari Jadi Lebih Bugar dan Tahan Lama

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketika menjalani olahraga berlari, beberapa orang mungkin fokus pada jarak, kecepatan, atau jumlah kalori yang terbakar. Meski begitu, terdapat indikator penting yang sering terabaikan oleh sebagian pelari, yaitu kebugaran jantung dan paru-paru.

Aspek ini dapat dinilai melalui pemeriksaan VO2 Max yang bertujuan untuk mengukur jumlah maksimal oksigen yang dapat digunakan tubuh. VO2 Max tidak hanya mendukung performa lari, melainkan juga bermanfaat untuk jenis olahraga lain seperti bersepeda, sepak bola, basket, futsal, tinju, hiking, tenis, dan lainnya.

VO2 Max pun sangat penting bagi para pelari. Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Taufan Favian Reyhan, Sp.KO, VO2 Max berfungsi untuk mengetahui seberapa baik jantung memompa darah dan memasok oksigen dari darah ke otot.

"Oksigen ini dibutuhkan untuk menghasilkan sumber energi bernama adenosine triphosphate (ATP), yang membuat tubuh mampu bergerak lebih optimal saat berlari," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2025).

Selain itu, VO2 Max juga bisa digunakan untuk menilai performa atletik secara keseluruhan sekaligus menyusun program latihan yang efektif mulai dari intensitas, durasi, hingga jenis latihan yang sesuai dengan kebutuhan tiap individu.

Lebih lanjut, dr. Taufan turut menjelaskan bagaimana tes VO2 Max dilakukan. Dia menyebut, tes VO2 Max dilakukan dengan berbagai metode, salah satu yang paling umum adalah menggunakantreadmill dengan intensitas yang meningkat secara bertahap.

"Peserta mengenakan masker khusus dan alat pengukur detak jantung untuk memantau seberapa banyak oksigen yang digunakan tubuh selama berolahraga hingga mencapai batas maksimal. Tes akan dihentikan saat peserta merasa sangat lelah," jelas dia.

Pengukuran VO2 Max dinyatakan dalam satuan mililiter oksigen per menit per kilogram berat badan (mL/kg/menit). Semakin tinggi nilai VO2 Max, maka semakin bugar tubuh Anda untuk berlari. Meski begitu, tidak ada skor VO2 Max yang ideal bagi semua orang, mengingat angka VO2 Max sangat bergantung pada masing-masing individu.

Senada, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Abdul Jabbar Al Hayyan, Sp. KFR, FEMG, FIPM (USG), AIFO-K menyatakan, nilai VO2 Max dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, intensitas olahraga, dan lokasi dataran misalnya, berada di pegunungan atau dataran rendah.

"Beberapa faktor seperti jenis kelamin dan usia berada di luar kendali kita. Seiring bertambahnya usia, nilai VO2 Max pun biasanya menurun. Namun, sebagian besar penyerapan oksigen bergantung pada tingkat kebugaran, yang dapat dikelola," ungkap dia.

Kabar baiknya, VO2 Max tetap bisa dijaga dan ditingkatkan, sesuai dengan usia dan tingkat kebugaran yang diinginkan. Menurut Dokter Hayyan, nilai VO2 Max dapat ditingkatkan dengan melakukan latihan intensitas tinggi seperti HIIT atau High Intensity Interval Training dan latihan intensitas rendah.

Dia menjelaskan, latihan intensitas tinggi dilakukan dengan menggabungkan gerakan berat dan ringan secara bergantian. Contohnya, aktivitas sprint selama beberapa detik, lalu jalan santai, lalu sprint lagi. Sementara, latihan intensitas rendah dapat dilakukan dengan jogging secara rutin dan konsisten.

"Selain itu, penting juga untuk menjaga komposisi tubuh, yaitu dengan mengurangi lemak tubuh tapi tetap menjaga otot tetap kuat, karena ini juga memengaruhi kebugaran secara keseluruhan," terang dr. Hayyan.

Setelah rutin meningkatkan VO2 Max selama beberapa hari atau minggu, Anda akan mulai merasakan manfaatnya. Di antaranya adalah tubuh tidak mudah lelah atau kehabisan napas saat berlari, stres berkurang, dan daya tahan tubuh meningkat.

Jika Anda aktif berolahraga lari, penting untuk melakukan pemeriksaan VO2 Max untuk mengetahui kapasitas tubuh sebelum berlari. Untuk itu, Anda bisa melakukan tes VO2 Max secara komprehensif di Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital bersama tim dokter ahli yang siap membantu Anda dalam merancang rencana latihan yang tepat.

Di samping itu, layanan tersebut juga akan membantu meningkatkan performa untuk berbagai jenis olahraga, mencegah risiko cedera, menangani cedera olahraga, hingga pemulihan pasca cedera dan dilengkapi fasilitas lengkap seperti Gym, VO2 Max, dan Body Composition Analysis. Konsultasi dan tes VO2 Max dapat dijadwalkan melalui aplikasi MyCare dengan akses yang mudah dan praktis.

Aplikasi MyCare juga memiliki fitur Personal Health di MyCare yang berguna untuk memantau aktivitas olahraga dengan mencatat detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI). Berbagai tips kebugaran juga dapat dilihat dalam fitur Health Articles & Tips.

Oleh karena itu, silakan aplikasi MyCare di Google Play Store dan App Store, dan dapatkan reward point saat pertama kali registrasi. Reward point tersebut juga bisa digunakan sebagai potongan harga di seluruh unit Mayapada Hospital.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |