Jakarta, CNBC Indonesia - Peta persaingan pasar otomotif di kawasan ASEAN mulai bergeser. Malaysia kini muncul sebagai negara dengan penjualan mobil tertinggi di kawasan, sementara Indonesia justru tertahan di bawahnya. Kalangan pabrikan menilai capaian Negeri Jiran sudah melampaui proyeksi penjualan mobil domestik tahun ini.
"Malaysia paling tidak sudah mendekati 800 ribu, atau mungkin 700-800 ribu sekian gitu. Kalau kita kan 780 ribuan (prediksi sepanjang tahun 2025) nih untuk pronogsa ini. Jadi udah melampaui kita," kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Putu Juli Ardika kepada CNBC Indonesia dikutip Sabtu (3/1/2026).
Adapun penjualan mobil di Malaysia selama Januari-November 2025 telah mencapai 720 ribuan unit. Sementara pada periode yang sama, Indonesia baru tembus 710 ribuan unit.
Perbedaan tersebut memicu pertanyaan soal faktor pendorong di balik kinerja Malaysia. Dari hasil pengamatan industri, ada kebijakan tertentu yang dinilai memberi dampak signifikan terhadap pasar otomotif di negara tersebut.
"Kalau kemarin yang kita pelajari ya salah satunya dia memberikan suatu insentif yang luar biasa bagi mobil nasionalnya. Dan dia juga memberikan ya stimulus-stimulus lah ke mobil mobil nasional," ujar Putu.
Foto: Presiden Jokowi Usai Tinjau Pelepasan Ekspor Mobil, Subang, 8 Maret 2022 (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi Usai Tinjau Pelepasan Ekspor Mobil, Subang, 8 Maret 2022 (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Putu menilai kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut daya saing regional. Jika Indonesia terus tertinggal, dampaknya bisa merembet ke persepsi investor terhadap industri otomotif nasional.
"Sudah kita petakan semua apa-apa yang memang perlu dilakukan untuk bisa mendorong ya mendorong, paling tidak jangan sampai kita jatuh di bawah, sekarang kan Malaysia paling tinggi di ASEAN. Sebab kalau sampai kita itu jatuh seperti itu, keyakinan investasinya kan akan berbeda sekali. Itu dari sisi Gaikindo," ujar Putu.
Dengan Malaysia kini memimpin penjualan mobil di ASEAN, Gaikindo mendorong adanya langkah strategis agar Indonesia tidak semakin tertinggal. Persaingan kawasan dinilai akan semakin ketat, terutama dalam menarik investasi baru di sektor otomotif.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengungkap, bila situasinya berlanjut terus, maka bukan tidak mungkin juga investor beramai-ramai kabur dan pindah ke negeri jiran.
"Ini yang saya khawatirkan, tahun 2025 ini penjualan domestik otomotif di Indonesia ini mungkin sudah sama dengan Malaysia. Kalau situasi ini berlanjut terus, nanti investasinya akan masuk ke Malaysia, bukan ke Indonesia. Ya, itu yang harus kita perhatikan bersama," kata Bob kepada CNBC Indonesia.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)







