Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah lokasi terpencil di tengah hutan Meksiko dilaporkan telah disulap menjadi markas kejahatan siber, termasuk tempat penambangan mata uang kripto yang diduga digunakan sebagai sarana pencucian dana terlarang.
Di dalam bangunan yang tampak tak terawat itu, aparat kepolisian menemukan sejumlah besar barang bukti kejahatan kripto. Di antaranya meliputi 300 unit Graphics Processing Unit (GPU), 80 terminal tegangan menengah, hingga delapan antena satelit.
Seluruh perangkat tersebut dioperasikan untuk bersaing dengan jutaan mesin lain di seluruh dunia dalam memecahkan teka-teki kriptografi demi menciptakan koin kripto baru.
Aktivitas transfer dan penambangan kripto di kawasan Amerika Latin sendiri dilaporkan semakin diminati. Salah satu pemicunya adalah ketersediaan tarif listrik yang sangat murah di wilayah tersebut.
"Lokasi-lokasi ini memiliki listrik yang sangat murah atau berada di bawah pengaruh kejahatan terorganisir, sehingga mereka dapat mencuri listrik sekaligus membangun infrastruktur besar untuk menambang mata uang kripto," jelas Caio Motta, spesialis perusahaan di Amerika Latin, dikutip dari Reuters, Kamis (17/9/2026).
Sebagaimana diketahui, biaya listrik masih menjadi komponen pengeluaran terbesar dalam aktivitas penambangan kripto. Lonjakan harga energi membuat proses pencetakan mata uang virtual ini menjadi semakin intensif dalam menyedot sumber daya.
Namun, beban biaya fantastis tersebut dapat ditekan secara ilegal dengan cara mencuri aliran listrik.
"Jika mereka mencuri listrik, komponen biaya utama operasi tersebut otomatis tidak ada," ujar Samuel Leon, pakar pencurian energi dari Universitas Iberoamericana, Meksiko.
Sementara itu, transaksi mata uang kripto ilegal tercatat mengalami lonjakan hingga lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun 2025. Berdasarkan analisis dari perusahaan intelijen blockchain Chainalysis, alamat-alamat yang terafiliasi dengan aktivitas kriminal menerima dana hingga US$154 miliar (sekitar Rp2.720 triliun), atau mengalami kenaikan sebesar US$59 miliar (sekitar Rp1.041 triliun) dibandingkan tahun sebelumnya.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340905/original/042907900_1788529611-IMG_6511.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340290/original/025401600_1788499994-Raihan1.jpg)